Selamat Datang!

Rujak Teplak Khas Tegal, Beda dan Lebih Nikmat

Rujak teplak jika dibayangkan mungkin tidak jauh beda dengan rujak pada umumnya. Namun tidak dengan rujak khas Tegal ini. Rujak ini beda dengan rujak cingur dari Surabaya atau rujak bebeg dari Jawa Barat.

Rujak teplak ini terbuat dari beberapa jenis sayuran seperti kangkung, lembayung, daun ubi jalar, daun pepaya, daun singkong, tauge, kok jantung pisang, pare, dan timun yang direbus.

Memang bila melihat bahan dasar yang dipake rujak teplak, mungkin hampir sama seperti rujak pecel khas Jawa Timur.
Satu yang mencolok dan sangat membedakan rujak teplak dengan rujak dari daerah lain adalah sambalnya. Bila kebanyakan rujak memakai bumbu kacang sebagai sambel utama, rujak teplak justru memakai sambal yang dibuat dari bahan singkong yang direbus dan ditumbuk.

Setelah halus, singkong ini diletakkan dalam sebuah wadah yang kemudian dicampur dengan sambel dari cabe merah yang diulek dan ditambah sedikit garam, terasi dan gula merah. Pedas tidaknya rujak teplak ini, bisa disesuaikan dengan selera, dan tergantung pada sambal dari cabe merah yang dicampurkan dengan tumbukan singkong.

Dainah, penjual rujak teplak, warga RT 05 RW 05 Kelurahan/Kecamatan Margadana Kota Tegal menjelaskan, rujak teplak beda dengan rujak cingur dari daerah Jawa Timur. Karena sambelnya menggunakan singkong yang direbus, kemudian ditumbuk dan dicampur dengan cabe merah.
“Setelah dicampur rata, singkong dan sambal dicairkan dengan air matang hingga kental, sayuran yang sudah direbus lalu disiram dengan sambel, dan disajikan dengan cara dibungkus atau dipincuk,” kata Dainah yang menggelar dagangan didepan rumahnya.

Rujak teplak oleh sebagian masyarakat Tegal dimanfaatkan sebagai lauk untuk makan. Harga satu pincuk rujak teplak cukup murah, biasanya sekitar Rp 2000.(didik yuliyanto)
Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com