Selamat Datang!

Walikota Tegal Berharap Eksistensi FKDM Ada Gaungnya

Walikota Tegal KMT Hj Siti Masitha Soeparno dan Kepala Kesbangpol Kota Tegal Drs Suripto (batik biru) bersama Ketua FKDM Kota Tegal Prof Tri Jaka Kartana MSi (kemeja putih) dan jajarannya/foto: Humas Pemkot Tegal

TEGAL- Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) adalah sebuah organisasi sosial kemasyarkatan. Sebuah wadah bagi elemen masyarakat yang terbentuk dalam rangka menjaga dan memelihara kewaspadaan dini di masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua FKDM Kota Tegal, Prof DR Tri Jaka Kartana MSi dalam acara pembukaan sosialisasi FKDM tingkat kelurahan yang dihadiri oleh Walikota Tegal, KMT Hj Siti Masitha Soeparno, Kepala Kesbangpol Kota Tegal, Drs Suripto, Ketua Penyelenggara, Dwijoyo SH MH, camat dan lurah serta 5 orang peserta dari 27 kelurahan se-Kota Tegal di Gedung Ex Samsat, Kamis kemarin.

Menurut Tri Jaka, kewaspadaan masyarakat adalah kondisi kepekaan, kesiagaan dan antisipasi masyarakat dalam menghadapi potensi dan indikasi timbulnya bencana, baik itu bencana perang, bencana alam maupun bencana karena ulah manusia. Di FKDM tidak ada paksaan dan tidak di gaji, tetapi organisasi ini mulia, karena dibentuk oleh pemerintah.

“Terimakasih kepada Walikota Tegal yang berkenan hadir secara pribadi, inilah bentuk kebersamaan antara pemerintah daerah dengan masyarakat Kota Tegal. Saya selaku ketua dan jajaran pengurus belum sempat bersilaturahmi dengan ibu walikota, tapi ditahun 2016 untuk tingkat kota, mendapat dana hibah dari Walikota Tegal,“ kata Tri Jaka, diiringi tepuk tangan peserta yang hadir.

FKDM adalah organisasi kemasyarakatan sosial dengan harapan siapapun yang terlibat didalamnya harus dengan ikhlas, kesadaran yang tinggi yang niatnya hanya satu bagaimana, masyarakat merasa diayomi dan menghormati Pemerintah Kota Tegal. Untuk itu FKDM punya kewajiban bisa menjadi jembatan antara Pemerintah Kota Tegal dengan masyarakat.

“Ada hal-hal yang perlu diwaspadai meliputi, ideologi, politik, sosial budaya dan ketahanan nasional atau pancagatra, juga demografis, geografis dan potensi alam atau tri gatra, jadi cukup berat tugasnya. Jangan setengah hati, harus total sehingga dengan harapan pada saatnya Kota Tegal dibawah kepemimpinan Walikota Tegal, KMT Hj Siti Masitha Soeparno, semakin baik dan berkembang,” tegas Tri Jaka.

Dengan terbentuknya FKDM ditingkat kelurahan, diharapkan bisa menyampaikan kewaspadaan dengan cara merekam, memotret kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Kemudian hasilnya diserahkan ditingkat kecamatan untuk ditabulasi dan diidentifikasi. Nanti yang ditingkat kota mencoba menganalisis, sampai memberikan rekomendasi alternatif ke walikota melalui kantor Kesbangpol.

Walikota Tegal dalam kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih dan apresiasinya kepada FKDM, yang sudah terbentuk ditingkat kecamatan serta kota dan mempunyai kepedulian tinggi. Bahkan sebentar lagi akan ada kepengurusan ditingkat kelurahan, yang akan berkoordinasi dengan para lurah.

“Tidak semua kota/kabupaten mempunyai FKDM yang aktif, walaupun ini dibentuk oleh pemerintah dan ini mungkin secara fisik ada, tetapi didalam berkegiatan secara cepat dan intensif terbentuk, bahkan ditingkat kota, kecamatan dan kelurahan,” ungkap walikota.

“Yang patut saya hargai ini adalah murni karena kepedulian, rasa cinta terhadap kota yang kita miliki, sebagaimana digaris bawahi oleh Prof Tri Jaka bahwa ini tidak di gaji,” tegas walikota.

Dikatakan walikota, bentuk kepeduliannya adalah dengan memasang mata dan telinga, terkait kegiatan masyarakat, lingkungan mulai dari RT hingga tingkat kota yang perlu mendapat perhatian.
“Bukan berarti kita senantiasa curiga, namun ini adalah beda, kita mempunyai rasa peduli dan kita lebih baik waspada dari pada sudah terjadi nanti,” imbuh walikota.

FKDM dari tingkat kelurahan sampai kota harus mempunyai rasa solidaritas, solid dan mempunyai kekompakan, bagaimana berkoordinasi dengan baik dengan para lurah, camat sampai tingkat kota. Karena ini terintegrasi rutin mengadakan pertemuan, apalagi ada laporan tiap 3 bulan secara resmi yang disampaikan tentang kepedulian dan kewaspadaan.

“Perlu disampaikan, bahwa disekitar kita perlu ada kewaspadaan yang menjadi perhatian kita bersama, yaitu bukan saja dari eksternal, namun juga internal, dan tentu saja menyangkut perkembangan anak-anak kita, penyakit sosial yang perlu kita waspadai yaitu LGBT,” lanjut walikota.

Disampaikan walikota, bahwa yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah LGBT ini ada dan bergerak lebih banyak di dunia maya. Karena mereka mendekati anak-anak yang merupakan penerus generasi bangsa.

“LGBT ini pendekatannya sangat baik dan menyentuh, sehingga apabila anak-anak kita tidak mendapat bimbingan dari keluarga, orang tua, lingkungan maupun sekolah, akan mudah sekali terjerat dalam komunitas LGBT yang secara kasat mata tidak terlihat. Ini yang saya harap menjadi perhatian dari program FKDM,” terang walikota.

Walikota juga mengingatkan akan bahaya yang mengancam, yakni narkoba, radikalisme dan  terorisme yang perlu mendapat perhatian. Masyarakat dihimbau agar tidak menutup diri dari era globalisasi dan teknologi yang semakin canggih lewat gadget.

“Narkoba memiliki strategi-strategi yang tanpa kita sadar sudah ada didepan mata kita, bukan hanya ditingkat anak-anak, namun ditingkat orang dewasa, ibu-ibu rumah tangga, arisan, bahkan lingkungan pemerintah, itu mengancam kita. Ini juga perlu perhatian dari program FKDM termasuk radikalisme, terorisme perlu menjadi perhatian kita bersama,” tandas walikota.

Walikota selalu berpedoman, apabila lingkungan aman, nyaman, asri dan bersih, akan berdampak juga kepada warga yang menempati. Sehingga selalu merasa damai, dan konflik bisa di minimalisir, inilah yang harus diciptakan dan FKDM adalah garda terdepan untuk bisa menciptakan ini.

Walikota juga mengapresiasi mereka yang dengan sukarela dan keikhlasan bergabung di FKDM ditingkat kelurahan hingga kota. Hal ini menunjukan masyarakat Kota Tegal mencintai kotanya dan mempunyai kepedulian terhadap sesama. Karena dengan perubahan era yang makin modern ini, biasanya masyarakat acuh dan tidak peduli terhadap lingkungannya.

“FKDM Kota Tegal bisa menjadi barometer kegiatan ini, baik untuk kota dan kabupaten lain di Jawa Tengah khususnya dan secara nasional pada umumnya, saya harapkan eksistensinya ada gaungnya,” pungkas walikota.(*/didik yuliyanto)
Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com