Selamat Datang!

PT Pelindo III Tegal Pasang Mooring Buoy

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) III Cabang Tanjung Emas Kawasan Tegal, belum lama ini memasang 12 Mooring Buoy atau pelampung penambat di wilayah perairan Pelabuhan Tegal/foto: doc Pelindo III Tegal


TEGAL- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) III Cabang Tanjung Emas Kawasan Tegal, belum lama ini memasang 12 Mooring Buoy (pelampung penambat) di wilayah perairan Pelabuhan Tegal. Untuk pemasangan mooring buoy tahap I dilakukan pada awal bulan Februari, dan tahap II dilakukan awal bulan Maret 2017 oleh pihak PT Pelindo III bersama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tegal dan Distrik Navigasi (Disnav) Kelas II Semarang.

“Dari jumlah 12 Mooring Buoy itu, 6 diantaranya dipasang di dekat daratan Pelabuhan Tegal dan 6 lainnya dipasang di laut depan alur masuk Pelabuhan Tegal, sekitar 1 kilometer dari talud,” kata Anton Laksmita, Manager Pelayanan Terminal PT Pelabuhan Indonesia (Persero) III Cabang Tanjung Emas Kawasan Tegal kepada ranahpesisir.com diruang kerjanya, Senin (17/4).

Anton menjelaskan, Mooring Buoy salah satu fungsinya adalah sebagai tambatan kapal-kapal di perairan, sehingga setelah kapal-kapal melakukan kegiatan bongkar/muat di dermaga dapat langsung keluar dari kolam pelabuhan dan bertambat pada mooring buoy tersebut.

Pemasangan Mooring Buoy tersebut sebagai upaya dari PT Pelindo III (Persero) untuk mendukung kegiatan pelabuhan sebagai pelabuhan niaga dan meningkatkan performa logistik Kota Tegal sesuai amanah dari Walikota Tegal dengan melakukan penataan kapal-kapal yang berada di Pelabuhan Tegal.


Mooring Buoy memiliki beberapa kelebihan, yakni kapal tidak perlu melepaskan jangkar ke dasar laut, sehingga ekosistem laut tetap terjaga.

Rencana kegiatan pengerukan di alur dan kolam Pelabuhan Tegal
Setelah melakukan kegiatan pemasangan Mooring Buoy, lanjut Anton, implementasi selanjutnya adalah melakukan pengerukan. Namun harus terlebih harus mendapat rekomendasi dari KSOP Kelas IV Tegal dan Disnav Kelas II Semarang. 

“Implementasi selanjutnya adalah melakukan pengerukan, namun terlebih dahulu mendapat rekomendasi dari KSOP setempat dan Disnav Kelas II Semarang, jelas Anton.

Dikemukakan Anton, untuk program jangka pendeknya adalah melakukan penataan baik di areal daratan maupun perairan. Beberapa program sudah disiapkan, namun implementasinya masih menunggu evaluasi sebelum dilaksanakan secara fisik di lapangan. Sedang untuk pelaksanaan pengerukan masih dalam proses perijinan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

“Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan adalah selaku regulator dan PT Pelindo III sebagai operator, dimana dalam kegiatan penataan dan pengembangan pelabuhan di Tegal perlu sinergi dan komitmen antara dua instansi tersebut,” ungkap Anton. 

Sekedar tambahan informasi, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang jasa kepelabuhan. Menjalankan bisnis inti sebagai penyedia jasa kepelabuhan, yang memiliki peran kunci untuk menjamin kelangsungan dan kelancaran kegiatan bongkar atau muat barang. Dengan tersedianya prasarana transportasi laut yang memadai, PT Pelindo III (Persero) mampu menggerakkan dan menggairahkan kegiatan ekonomi negara dan masyarakat.(didik yuliyanto)

Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com