Selamat Datang!

Peringatan Nuzulul Quran di Polres Tegal, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Nyatakan Sikap

Atas perintah pimpinan (Kapolri) sebagai bentuk penghormatan kepada bulan suci ramadhan dan dalam rangka Nuzulul Quran, Polres Tegal mengadakan acara pengajian yang digelar di Masjid Muhamadi Polres Tegal, Selasa (13/6)/foto: Humas Polres Tegal


SLAWI- Turunnya Al Quran yang di sebut juga Nuzulul Quran merupakan salah satu hari besar umat Islam yang jatuh di bulan Ramadhan. Dalam memperingati turunnya Kitab Suci Al Quran, umat Islam bersama-sama mengadakan acara keagamaan seperti pengajian, membaca Al Quran dan berbagi kepada sesama. 

Atas perintah pimpinan (Kapolri) sebagai bentuk penghormatan kepada bulan suci ramadhan dan dalam rangka Nuzulul Quran, Polres Tegal juga mengadakan acara pengajian yang digelar di Masjid Muhamadi Polres Tegal, Selasa (13/6) mulai pukul 16.00-19.00 Wib.
 
Kapolres Tegal AKBP Heru Sutopo SH SIK dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua yang telah hadir pada acara Peringatan Nuzulul Quran ini.

“Kami Kepolisian Republik Indonesia sangat menghormati dan menghargai para ulama, terbukti dalam setiap kegiatan keagamaan dan bahkan kegiatan nasional kenegaraan pun kami libatkan unsur ulama maupun tokoh agama,” kata Kapolres Tegal.

Dikemukakan Kapolres Tegal, bahwa acara ini di selenggarakan dengan maksud untuk menepis isu negatif maupun berita hoax yang dapat menyudutkan Polri, terlebih isu kriminalisasi terhadap ulama. Dalam hal ini Polri dituntut profesional, sehingga setiap ada laporan tentu Polri harus menindak lanjutinya.

“Siapapun pelapor maupun terlapornya, mari kita gunakan momentum Nuzulul Quran ini sebagai sarana untuk belajar saling menghormati dan menghargai sesama manusia, serta jadikan momentum ini untuk sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ajak Kapolres Tegal.


Acara dimulai dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ust Muamar. Setelah sambutan dari Kapolres Tegal, acara lalu dilanjutkan dengan pemberian tali asih kepada anak-anak panti asuhan Al Kholifiyah, purnawirawan dan warakawuri serta tausiyah oleh KH Samsul Arifin  MAg.

Dalam petikan tausiyahnya KH Samsul Arifin menyampaikan, bahwa bulan ramadhan bukan hanya bulan yang penuh berkah, melainkan juga bulan ampunan dan bulan diturunkannya kitab-kitab Allah SWT, selain itu bulan ramadhan adalah bulan pendidikan untuk mencapai keimanan yang lebih mantap terhadap Allah SWT.

“Bahwa ayat yang pertama kali turun bukanlah ayat yang memerintahkan kita untuk haji, sholat, zakat maupun yang lainnya, melainkan perintah kepada manusia untuk membaca, belajar atau menuntut ilmu (iqra) agar nantinya dalam memahami Al Quran tidak sepotong-sepotong,” papar KH Samsul Arifin.

Saat ini masih banyak orang yang bodoh dan tidak mau belajar memahami Al Quran, buktinya masih banyak yang mengkafirkan orang lain, jika tidak sesuai dengan alirannya dan menganggap alirannya yang lebih baik (ISIS).

“Janganlah kita memahami Al Quran hanya sesuai terjemahannya saja,  melainkan makna yang terkandung dalam ayat tersebut dengan mempelajari Asbabun Nuzul (sebab diturunkannya ayat tersebut) sehingga tidak akan terjadi saling mengkafirkan.

Para ulama, masih kata KH Samsul Arifin, merupakan salah satu unsur negara yang menjaga NKRI (Hubbul Watan Minal Iman) jangan mengaku ulama jika masih membuat negara menjadi tidak aman.

“Banyak yang menganggap Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila adalah tidak benar, dianggap berhala yang disembah dan yang menyembah adalah kafir, Indonesia di mata negara Islam adalah negara yang indah, bahkan membuat iri negara lainnya,” tegas KH Samsul Arifin.
 
Pernyataan sikap
Setalah mendengarkan siraman rohani, acara lalu dilanjutkan dengan pernyataan sikap, diantaranya : PCNU Menolak Radikalisme, Ormas yang radikal dan tidak berdasarkan Pancasila serta menolak adanya FPI. PD Muhamadiyah Menolak radikalisme, yang tidak berdasarkan Pancasila dan ormas yang melakukan pelangaran hukum harus ditindak tegas oleh POLRI.  FSN Islam tidak perlu dibela, maka tidak perlu adanya FPI, karena di Kabupaten Tegal sudah toleransi dan kondusif.

Kesbangpolinmas
, ormas yang radikal harus dibubarkan, yang melanggar hukum harus ditindak tegas oleh POLRI dan menolak FPI masuk ke Kabupaten  Tegal. Ansor menolak pok radikalisme dan ormas yang tidak Pancasila,
Ormas yang melanggar hukum wajib ditindak serta menolak FPI.
NKRI Harga mati.

Kapolres Tegal menyatakan mendukung kemauan tokoh masyarakat
, tokoh agama dan menjaga kondusifitas wilayah Kan Tegal, sehingga masyarakat Tegal merasa aman dan nyaman.

Acara yang berjalan dengan lancar dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Selain Kapolres Tegal beserta jajarannya, turut hadir diantaranya, Kesbangpolinmas Kabupaten Tegal, Ketua RMI, KH Samsul Arifin, Ketua PD Muhammadiyah,  H Arif Azman, Wakil Ketua PCNU, H Zam Zami, Ketua Ansor, Didi Permana SE, Ketua Banser, Ahmad Zaeni, Ketua FSN, H Muslich dan Ketua Bhayangkari Cabang Tegal.(didik yuliyanto)

Share this post :

Berita Populer

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com