Selamat Datang!

BUMDes Harmas Kendal Serut, Rintisan yang Jadi Percontohan

Badan Usaha Milik Desa Harapan Bersama (BUMDes Harmas) berlokasi di areal Pasar Topi Desa Kendal Serut Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal/foto: didik
SLAWI- BUMDes Harapan Masyarakat (Harmas) Desa Kendal Serut Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal menjadi badan usaha milik desa rintisan yang jadi percontohan. Pasalnya, pemerintah desa lain yang ada di Kabupaten Tegal, baik yang akan mendirikan BUMDes maupun yang sudah berjalan sering kali diarahkan untuk datang ke Desa Kendal Serut, ketika memiliki kendala.

Kepala Desa Kendal Serut, Supriatin membenarkan bila selama ini BUMDes Harmas Kendal Serut sering ditunjuk pihak kabupaten bila ada kades yang ingin konsultasi mendirikan BUMDes. Termasuk kades yang di desanya sudah ada BUMDes tapi tidak berjalan.

"Saya bilang jenengan cari orang yang siap jadi relawan. Kuncinya, relawan dulu dipersiapkan untuk membentuk BUMDes, relawan ini tidak dibayar, karena BUMDes tidak bisa menganggarkan dan di RAB juga tidak berbunyi harus membayar relawan," jelas dia kepada ranahpesisir.com diruang kerjanya, Kamis (12/7).

BUMDes Harmas yang berlokasi di areal Pasar Topi desa setempat kini banyak dikunjungi tamu. Tidak hanya tamu yang ingin mendirikan BUMDes, tapi juga mahasiswa, baik dari Unnes maupun UPS Tegal.

Terkait BUMDes Harmas Desa Kendal Serut dikemukakan dia, menjalankan BUMDes itu tidak mudah dan butuh proses, karena harus ada relawan, jangan asal menunjuk karena dia jujur dan pintar, tapi yang penting sempat waktu dan ikhlas.

"Kami prinsipnya yang penting jalan, pengurus jangan tambah dibebani macem-macem, karena mereka sudah enggan. Kalau saya yang penting relawan itu transparan, apa yang masuk dan keluar itu dicatat dan saya berikan contoh, terus setiap bulan direkap yang penting nyaman. Administrasi bisa dikerjakan, baik itu laporan kepada masyarakat maupun pemerintah bisa diterima, dan yang lain nanti sambil jalan latihan," ungkap Bu Pri, panggilan akrabnya.

Selaku Komisaris, ia pun harus ekstra setiap hari datang ke BUMDes Harmas melakukan monitor dan bimbingan. "Apalagi BUMDes itukan lembaga yang dibilang masih jarang. Ibaratnya mereka mau berguru juga masih susah harus kemana. Sehingga harus jalan sendiri sambil mencari solusi sendiri," imbuhnya.

Ditambahkan, BUMDes Harmas terus berupaya berkembang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian pemerintah desa guna mencapai peningkatan kesejahteraan warganya.

"Penyertaan modal pertama kemarin sebesar Rp 20 juta, sehingga sementara hanya untuk pedagang yang ada dipasar. Perputarannya sudah lumayan hanya terkendala di modal," pungkasnya. (didik)
Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com