Selamat Datang!

Sidang Senat Terbuka, UPS Tegal Mewisuda 741 Mahasiswa

Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Ahli Madya ke-39, Sarjana ke-60 dan Magister ke-5 Tahun Akademik 2018-2019 di Gedung Auditorium Darijoen Senoatmodjo UPS Tegal/foto: isti
TEGAL- Universitas Pancasakti (UPS) Tegal menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka wisuda Ahli Madya ke-39, Sarjana ke-60 dan Magister ke-5 Tahun Akademik 2018-2019 di Gedung Auditorium Darijoen Senoatmodjo kampus setempat, Sabtu (29/9).

Acara wisuda diikuti oleh 741 wisudawan/wisudawati yang terbagi dua sesi terdiri atas program D3, S1, dan S2.
S2 sebanyak 26 wisudawan dengan wisudawan terbaik dari Magister Manajemen (MM) atas nama Suci Rahayu, dan dari Magister Hukum (MH) atas nama Tri Agung Priambodo.

S1 sebanyak 702 wisudawan dengan predikat wisudawan terbaik atas nama Kinanti Wihandarum dari Program Studi (Prodi) Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Ana Rizki Fitriana dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Prodi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan.

Kemudian, Nasyita Vivi Amalia dari Fakultas Teknik (FT) Prodi Teknik Industri. Silvi Agoestini dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) Prodi Ilmu Pemerintahan. Endang Fatmawati dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Prodi Akuntansi. Pramana Indra Kusuma dari Fakultas Hukum (FH) Prodi Ilmu Hukum.

Program Studi Ahli Madya sebanyak 16 wisudawan dengan predikat wisudawan terbaik diraih Mei Wulandari dari Prodi Manajemen Perpajakan.

Rektor UPS Tegal, Dr Burhan Eko Purwanto MHum dalam sambutannya mengucapkan selamat dan sukses kepada para wisudawan.

Ia menyampaikan, bahwa dalam rangka mewujudkan visi UPS sebagai universitas yang unggul dibidang literasi dan berwawasan global pada tahun 2028, UPS harus mampu menjadi basis pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guna menghasilkan penelitian yang unggul dalam lingkup nasional, serta mendapat pengakuan di kancah internasional sebagai eksistensi UPS dalam mengabdikan diri sebagai lembaga pendidikan mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut berperan aktif dalam pembangunan negara.

"Tema yang kami angkat dalam acara wisuda kali ini adalah Penguatan Literasi dan Wawasan Global menuju Universitas Unggul di era Millenial," ungkap Rektor.

Saat ini, dikemukakan Rektor, telah memasuki era revolusi industri millenial 4.0 dan didalamnya, perguruan tinggi merupakan lembaga formal yang diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja kompetitif, yang siap menghadapi industri kerja yang kian berkembang seiring dengan kemajuan teknologi, keahlian kerja, kemampuan beradaptasi dan pola pikir yang dinamis menjadi tantangan bagi sumber daya manusia yang selayaknya dapat diperoleh saat mengenyam pendidikan formal di perguruan tinggi.

Kuantitas bukan lagi menjadi indikator utama bagi suatu perguruan tinggi dalam mencapai kesuksesan, melainkan kualitas lulusannya. Kesuksesan sebuah negara dalam menghadapi era millineal era kaitannya dengan inovasi yang diciptakan oleh sumber daya yang berkualitas. Sehingga perguruan tinggi wajib dapat menjawab tantangan untuk menghadapi kemajuan teknologi dan persaingan dunia kerja di era globalisasi.

Dalam menciptakan sumber daya yang inovatif dan adaptif terhadap teknologi, diperlukan penyesuaian sarana dan prasarana pembelajaran dalam hal teknologi informasi, internet, analisis big data dan komputerisasi. Perguruan tinggi yang menyediakan infrastruktur pembelajaran tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang terampil dalam aspek literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia.

Terobosan inovasi akan berujung pada peningkatan produktifitas industri dan melahirkan perusahaan yang berbasis teknologi, seperti yang banyak bermunculan di Indonesia saat ini. Tantangan berikutnya adalah rekonstruksi kurikulum perguruan tinggi yang responsif terhadap revolusi industri juga diperlukan, seperti desain ulang kurikulum dengan pendekatan human digital dan keahlian berbasis digital.

Dalam kesempatan itu Rektor juga menyampaikan, bahwa di tahun ini, UPS juga melakukan upaya pengembangan kompetensi dan wawasan mahasiswa yang diperoleh melalui skema mobilitas mahasiswa (student mobility) dan kerjasama antar lembaga pendidikan tinggi dalam dan luar negeri dalam mengantisipasi derasnya persaingan global dalam berbagai aspek.

Beberapa mahasiswa UPS telah lulus transfer kredit bea siswa Belmawa Dikti ke beberala perguruan tinggi luar negeri. Diantaranya, Atmo Kusumo (FKIP) Prodi Bahasa Inggria ke Hatyai University. Tifanny Vika N (FH) ke Prince of Songkla University. Wenny Tyara Ariska (FEB) Prodi Akuntansi ke Rajamanggala University of Technology Krungthep.

Dengan demikian mahasiswa UPS akan mendapatkan nilai tambah melalaui peningkatan harmonisasi antara hard skill dan soft skill, memperluas dan memperkuat jejaring kerjasama, pemahaman sosial kultur dan internasionalisasi suatu pengembangan diri berkelanjutan (Continous Self Development).

Secara kelembagaan, perubahan paradigma dalam kualitas, jaringan dan kerjasama dalam rangka pengembangan diri yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan nasional serta daya saing bangsa di level internasional.

Berbagai upaya yang harus dilakukan UPS guna meningkatkan kualitas layanan diantaranya adalah, interaktif skill action, information and technology, jurnal terakreditasi, pembukuan kelas internasional, program tracer study alumni UPS sebagai upaya untuk mengetahui relevansi lulusan UPS dalam dunia kerja, yaitu kesesuaian antara proses pendidikan di UPS dengan realitas di dunia kerja (link and match), serta peningkatan kemampuan berbahasa inggris bagi mahasiswa dan para dosen dilingkungan UPS. (didik)
Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com