Selamat Datang!

Desa Kepandean Bangun Jembatan dan Gorong Gorong

Kades Kepandean Kec Dukuhturi Kab Tegal, Sep Burhanudin/foto: doc
SLAWI- Desa Kepandean Kecamatan Dukuhturi, merupakan salah satu dari beberapa desa di Kabupaten Tegal yang menerima bantuan dana desa (DD) tahap II, untuk pembangunan infrastruktur tahun 2018. Sesuai dengan peruntukannya, dana tersebut telah dialokasikan untuk pembangunan dan pemeliharaan jembatan dan gorong gorong.

Menurut Sep Burhanudin selaku kades, pembangunan dan pemeliharaan jembatan serta gorong gorong ini dirasa paling bermanfaat bagi masyarakat. Pasalnya, selain menjadi prioritas, infrastruktur jalan dan drainase desa masih cukup memadai.

"Pembangunan infrastruktur pedesaan, selain untuk perbaikan jalan, drainase maupun pavingisasi, juga bisa untuk pembuatan dan pemeliharaan jembatan," katanya kepada ranahpesisir.com, Sabtu (6/10).

Salah satu pembangunan dan pemeliharaan jembatan serta gorong gorong di Desa Kepandean/foto: agusto
DD tahap II tahun ini, dimanfaatkan untuk pembangunan dan pemeliharaan 5 (lima) jembatan dan gorong gorong, yang diantaranya berlokasi di jembatan Masjid Al Hikmah dengan volume 4,5 meterpersegi X 3,5 meterpersegi, dan total biaya Rp 46.500
000 dengan waktu pelaksanaan 2 (dua) bulan.

Pembangunan dan pemeliharan jembatan dengan waktu 2 (dua) bulan dilaksanakan TPK Desa Kepandean/foto: agusto
Jembatan H Sabrawi, volume 4 meterpersegi X 3,5 meterpersegi dengan total biaya Rp 39.500.000 dan dikerjakan selama 2 (dua) bulan. Jembatan di RT 02 RW 01 dengan volume 5,5 meterpersegi X 0,8 meterpersegi, total biaya Rp 14.500.000 dan waktu pelaksanaan 2 (dua) bulan. Semua pekerjaan dilaksanakan oleh TPK (Tim Pelaksana Kegiatan).

"Bila itu sudah terwujud, maka roda perekonomian akan semakin cepat bergulir, karena mobilitas warga jadi semakin mudah," ujarnya.

Desa dengan jumlah penduduk sekira 8.708 jiwa dan terdiri dari 7 RW serta 30 RT, rencananya tahun depan akan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Pembangunan dan pemeliharaan jembatan terwujud, mobilitas warga jadi lebih mudah/foto: agusto
Disisi lain, sejak ia menjabat sebagai orang nomor satu di desa yang terkenal dengan laktopia ini, kegiatan keagamaan yakni jamiyahan, dan madrasah tak luput dari perhatian.

"Di Desa Kepandean setiap musholla dibentuk jamiyahan dan diberikan bantuan peralatan berupa mix, sound system, dan tikar. Termasuk madrasah juga diberikan bantuan yang intinya berupa barang," terangnya.

Prinsipnya sebagai pemerintah desa, jika ada dana bantuan dari program manapun akan diprioritaskan kepada pembangunan yang bermanfaat untuk masyarakat desa.

"Kami juga akan terus berupaya, agar desa maju dan masyarakat sejahtera," pungkasnya. (didik)
Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com