Selamat Datang!

Unika Dirikan Kampus Fk Berkonsep Green-Smart

Laporan: Arifa/Puji

Sekda Jateng Sri Puryono sambut baik inisiasi pembangunan fakultas kedokteran Unika di BSB/foto: arifa
SEMARANG - Unika Soegijapranata Semarang berkomitmen turut mengembangkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas di bidang kesehatan. Hal itu diwujudkan dengan mengawali pembangunan kampus baru Fakultas Kedokteran (FK) di kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) dengan lahan seluas tujuh hektar dan berkonsep ramah lingkungan. Lokasi itu dipilih karena BSB menawarkan lingkungan yang nyaman dan prospektif.

"Sejak tahun 2015, kami sudah memiliki lahan di BSB seluas lima hektar dan tahun 2018 kami menambah dua hektar, sehingga total luas lahannya tujuh hektar. Cita-cita kami untuk memajukan SDM di bidang kesehatan di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) menjadi prioritas karena tenaga kesehatan di daerah 3T sangat memprihatinkan," ujar Ketua Umum Yayasan Sandjojo Agus Suryono di sela peletakan batu pertama dalam rangka pembangunan FK dan kampus baru Unika Soegijapranata itu, Rabu (2/1/2019).

Agus menyampaikan, kampus baru Unika Soegijapranata memiliki konsep innovative program cluster (IPC). Artinya, kampus dengan subyek unggulan yang memiliki program-program saling terkait, di mana program unggulannya adalah pangan dan kesehatan. Dia berharap, dengan didirikannya kampus baru, Unika Soegijapranata dapat menjadi kampus acuan bagi perguruan tinggi swasta di Tanah Air.

"Harapan kami di kemudian hari kampus baru ini dapat mengembangkan technopark berbasis pangan dan kesehatan dan kampus baru ini benar-benar dapat menjadi acuan (benchmark) bagi perguruan tinggi swasta di Indonesia," harapnya.

Agus menambahkan, jika surat izin FK itu dapat segera terbit, maka penerimaan mahasiswa baru bisa mulai dibuka pada tahun akademik baru 2019.

"Kalau izin Fakultas Kedokteran sudah diberikan karena kita sudah mempunyai gedung perkuliahan di tempat yang lama, sambil menunggu di sini jadi, tentu pada tahun 2019 kita harapkan kita bisa menerima mahasiswa baru," lanjutnya.

Senada dengan Agus, Rektor Unika Soegijapranata Ridwan Sanjaya menjelaskan, peletakan batu pertama kampus baru di BSB merupakan tonggak sejarah bagi Unika Soegijapranata yang sebetulnya sudah dimulai pada tahun 2015. Dalam visinya, kampus baru ini dibangun menggunakan semangat green and smart campus.

"Ini agar mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar (learning experience) yang utuh dengan dukungan suasana yang kondusif serta dilengkapi dengan fasilitas berwawasan lingkungan, ramah disabilitas, dan moderen," terangnya.

Ridwan melanjutkan, beberapa program perkuliahan yang kekinian juga akan diselenggarakan di kampus baru itu. Seperti pembuatan game digital, meme, profesi barista, pelaku e-commerce bahkan youtuber akan dikemas secara kreatif dalam kerangka akademis agar mahasiswa dan kampus dapat mengikuti perkembangan zaman. Selain itu, di Komplek BSB juga akan dibangun rumah sakit untuk meningkatkan kualitas kesehatan mahasiswa dan masyarakat sekitar.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir menuturkan, inisiasi Unika Soegijapranata membangun kampus baru FK selaras dengan fokus pemerintah untuk membangun SDM berkualitas, baik dari aspek pendidikan maupun kesehatan. Nasir berharap, legalitas kampus baru FK Unika Soegijapranata dapat segera terbit.

"Saya berterima kasih kepada Unika yang sudah berinisiasi mendirikan Fakultas Kedokteran ini dalam rangka untuk meningkatkan kesehatan manusia Indonesia. Mudah-mudahan surat izin tidak terlalu lama keluar untuk pembangunan karena persiapannya sudah baik," harapnya.

Pada era perubahan dan revolusi industri 4.0 ini, kata dia, tidak ada dikotomi antara perguruan tinggi negeri maupun swasta. Namun, keduanya harus mengedepankan kualitas pendidikan agar mampu menjadi perguruan tinggi berkelas dunia.

"Kita harus menghilangkan dikotomi negeri dan swasta. Hanya perguruan tinggi bermutu yang dicari masyarakat. Perguruan tinggi bermutu bisa dari perguruan tinggi negeri atau swasta," tegasnya.

Mantan Rektor Terpilih Undip itu berpesan, untuk menghadapi tantangan global, pembangunan SDM juga diarahkan untuk berpikir terbuka dan mampu berkolaborasi.

"Kita harus mengembangkan open mind, open heart, dan open willing. Ini menjadi sangat penting supaya kita dapat memajukan negara Indonesia. Distance learning akan saya dukung penuh," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono menyambut baik inisiasi pembangunan kampus baru FK Unika Soegijapranata di BSB. Pihaknya berharap, bekal pendidikan kedokteran di bangku kuliah nantinya dapat membantu pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Mudah-mudahan dengan pembangunan pendidikan di sektor kesehatan dapat membantu pemerintah dalam menyukseskan program-program kesehatan. Karena pendidikan kesehatan menjadi faktor kunci dalam pembangunan SDM. Ini sejalan dengan obsesi presiden pada tahun 2019 adalah pembangunan di sektor SDM," pungkasnya.
(*)

Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com