Selamat Datang!

JIC Berikan Bimbingan Mental Spiritual kepada PJLP

JIC berikan bimbingan mental spiritual kepada PJLP/foto: istimewa
JAKARTA- Guna meningkatkan kinerjanya, Jakarta Islamic Centre (JIC) memberikan bimbingan mental spiritual kepada karyawan penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP).

Kepala Devisi Informasi dan Komunikasi Badan Managemen Jakarta Islamic Centre, Sariono Jahidi menegaskan, Jakarta Islamic Centre disebut-sebut sebagai pusat peradaban Islam, maka para pekerjanya juga harus menyesuaikan. Mereka harus berperilaku Islami dalam bekerja, dan mempunyai semangat yang tinggi dalam menjalankan nilai-nilai keislaman.

"Para PJLP setiap habis apel mendapat siraman rohani, baik tentang aqidah, ubudiyah, dan pengetahuan tentang keislaman dari para ustazd dari Badan Managemen JIC. Kemudian setiap hari Rabu mereka mendapat pelatihan baca tulis Al Quran," jelas Jahidi.

Hanny selaku pengajar di JIC mengungkapkan, bahwa mereka PJLP mempunyai latar belakang yang beragam. Berbeda latar belakang pendidikan yang mereka miliki. Ada yang berpendikan tinggi sudah sarjana, dan ada juga berpendidikan rendah hanya sampai SD. Begitu juga berbeda suku, budaya, keluarga diantara mereka.

PJLP mempunyai latar belakang yang berbeda, baik pendidikan maupun suku budaya/foto: istimewa
"Juga pemahaman tentang agama beragam, ada yang masih belajar baca Iqro, tapi ada juga yang jebolan pesantren yang pengetahuan keagamaannya sudah tinggi. Sehingga memerlukan perlakuan khusus dan seni tersendiri dalam menanamkan nilai-nilai keislaman kepada mereka," tutur Hanny.

Hanny berharap, bimbingan mental spiritual keagamaan bisa mengendalikan kebiasaan-kebiasaan buruk yang biasa dilakukan dalam bekerja, dan berusaha memperbaikinya. Karena setelah dilakukan pengajian beberapa kali, ditemukan bahwa peserta kebanyakan memang kurang memahami tentang aturan-aturan Islam.

"Mulai dari yang paling dasar, seperti apa motivasi dia bekerja, apa yang harus mereka lakukan untuk diri mereka dan keluarga, apa bacaan shalat, bagaimana membaca Al Fatihah yang baik dan mengenal arti dan tafsirnya, bagaimana bersosialisasi sesama teman yang baik dan lain sebagainya," terang Hanny.

Sementara itu, Ahmad Juhandi selaku Kepala Sekretariat Jakarta Islamic Centre menekankan terkait perilaku standar nilai-nilai ke-Islaman, dan kinerja.

"Karena PJLP ini kerja di lingkungan masjid, maka mereka harus bekerja dan berprilaku sesuai standar nilai-nilai keislaman seperti harus sapa, santun, ramah dalam melayani tamu, mengikuti sholat wajib berjamaah. Bahkan untuk sholat wajib berjamaah bila sering mangkir akan mendapat teguran dan bisa mengurangi kinerja mereka," pungkas Juhandi. (*)
Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com