Selamat Datang!

Istikomah Menata Desa Prupuk Selatan

Kades Prupuk Selatan, Istikomah Pariyati saat mengecek kesiapan salah satu kegiatan di desanya/foto: istimewa
SLAWI- Desa akan maju bila tersentuh oleh pembangunan. Desa pun menjadi tertata jika infrastruktur maupun sarana prasarananya memadai. Apalagi ditunjang oleh sumber daya manusia yang baik, serta kebersamaan antara kades, perangkat dan seluruh elemen masyarakat akan mampu mengubah wajah desa menjadi lebih baik.

Istikomah Pariyati, Kades Prupuk Selatan (Prusel) Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal saat dimintai tanggapan terkait pembangunan di desanya, Kamis (9/8) mengaku hanya ingin menata desa, menyatukan dan memberdayakan masyarakat serta melaksanakan pembangunan yang menjadi fokus maupun skala prioritas.

"Alhamdulillah desa kami mendapatkan bantuan program pembangunan desa berupa pengaspalan jalan, rabad beton, gorong-gorong, talud dan lainnya," ungkapnya.

Dikemukakan dia, bidang pelaksanaan pembangunan desa (APBDes 2018) antara lain Pengaspalan Jalan Dukuh Taman Sari-Dukuh Watu Polo senilai Rp.206.889.000, Pengaspalan Jalan Arjasari RW 004 senilai Rp.86.914.000, Pengaspalan dan Rigid Beton RT 004, 005, 006 RW 003 senilai Rp.94.066.000, Rabat Beton RT 003 RW 003 senilai Rp.56.506.000, Rabat Beton RT 004 RW 001 menuju ke RT 003 RW 001 senilai Rp.90.897.000," jelasnya.

Istikomah Pariyati, Kades Prupuk Selatan
Kemudian, masih kata dia, Rabat Beton RT 005 RW 005 senilai Rp.74.927.000, Gorong gorong RT 006 RW 002 senilai Rp.30.000.000, Pembangunan Talud di Jalan Usaha Tani Pecuk senilai Rp.44.937.000, Pembangunan Gedung Serba Guna senilai Rp.401.885.709, dan Rabat Beton RT 003 RW 004 senilai Rp.39.520.000. Bidang pelaksanaan pembangunan tersebut kesemuanya berasal dari Dana Desa (DD).

"Selain itu Pembangunan Jamban dari Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) senilai Rp.90.000.000, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Bangub senilai Rp.30.000.000 dan Rp.100.000.000, serta PAMSIMAS dari Bangub senilai Rp.280.000.000," lanjutnya.

Ia menambahkan, demi kemajuan desa, geliat gerakan bersama membangun kemandirian dan pembangunan berkelanjutan akan terus digalakkan. Sehingga tidak hanya maju dari pembangunan fisiknya saja tapi juga manusianya, baik secara perilaku maupun mental hidup bermasyarakat.

"Intinya menata desa melalui pembangunan berkelanjutan, dan membangun kesadaran serta perilaku individu kearah yang lebih baik," pungkasnya. (didik)
Share this post :

Berita Populer

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com