Selamat Datang!

Sarasehan HPN, Bupati Tegal Pesan Pers Jaga Iklim Kondusif

Bupati Tegal Umi Azizah berikan sambutan pada Sarasehan HPN PWI Kabupate Tegal, Sabtu (16/2/2019) malam/foto: istimewa
SLAWI- Di era industri 4.0 sekarang ini, peran pers semakin diperlukan sebagai rujukan pilar penegak dan penyampaian kebenaran, penegak fakta-fakta, penegak aspirasi yang ada di masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Tegal, Umi Azizah saat memberikan sambutan pada acara Sarasehan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2019 dengan tema "Pers itu Asyik" yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tegal, di Teras Kopi, Sabtu (16/2/2019).

Peran pers, menurut Umi, juga sangat diperlukan untuk turut membangun narasi kebudayaan baru, membangun narasi peradaban baru. Untuk merajut kembali nilai-nilai kesantunan sosial, budaya tabayyun yang nyaris hilang dalam pola hubungan komunikasi masyarakat, yang begitu mudah mempercayai setiap informasi tanpa mengklarifikasi kebenarannya terlebih dahulu.

“Terlebih di era teknologi informasi, era media sosial dimana dengan mudah kita jumpai berita palsu, hoaks, keberadaan pers justru semakin dicari,” kata Umi dihadapan insan jurnalis, baik elektronik, online maupun cetak yang hadir malam itu.

Di tengah tahun politik sekarang ini, Umi juga mengajak para jurnalis untuk tidak larut pada perilaku yang dapat menyebabkan permusuhan atau perpecahan. Ciptakan situasi perpolitikan yang sehat lewat narasi pemberitaan yang bertanggungjawab.

“Tunjukkan dengan iklim demokrasi yang sejuk ditunjang toleransi masyarakatnya yang baik, tidak ada rasa saling curiga, saling membenci, atau saling menghujat, kita bisa menjalankan segala aktifitas dengan baik,” pesannya.

Terkait persoalan melawan hoaks, Umi sangat mengapresiasi Kapolres Tegal yang hari Jumat kemarin menghadirkan rekan-rekan pers, pegiat media sosial, netizen, humas pemerintahan untuk ikut melawan hoaks.

“Hoaks sebagai politik adalah ancaman musuh demokrasi, sehingga hoaks adalah musuh bersama masyarakat Indonesia yang sedang berupaya menuju demokrasi substansial,” tegas Umi.

Umi memandang hoaks lebih berbahaya dari pada politik uang. Dampak dari sebaran hoaks lebih masif dibandingkan permainan money politics, kerusakan yang ditimbulkannya lebih parah ketika isu SARA dieksploitasi untuk kemenangan kepentingan politik tertentu.

Untuk itu, sesuai dengan tema pada acara sarasehan HPN bahwa Pers itu Asyik, Umi menitip pesan untuk bersama-sama membangun iklim pers yang baik, pers yang sehat dan profesional.(*)


Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com