Selamat Datang!

Desa Peguyangan Bantarbolang Pemalang Gemah Ripah Lohjinawi

Desa Peguyangan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang gemah ripah loh jinawi dengan masyarakatnya yang guyub rumojongan/foto: uripto gd
PEMALANG (ranahpesisir.com)- Pemalang salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang luas wilayah terbentang dari selatan dataran tinggi Gunung Slamet sampai Pantura Laut Jawa.

Jumlah penduduknya cukup banyak hampir dua juta jiwa. Dengan areal persawahan yang cukup luas, tidak salah kalau Kabupaten Pemalang sering dapat julukan lumbung padinya Jawa Tengah.

Dari luas areal persawahan yang menghasilkan padi ribuan ton ini, ternyata ada salah satu desa di wilayah Kecamatan Bantarbolang yang turut menjadi penyokong hasil tani berupa padi di wilayah Kabupaten Pemalang.

Adalah Peguyangan salah satu desa di wilayah Kecamatan Bantarbolang dengan luas 731,04 hektar yang sebagian besar areal pertanian. Jumlah penduduk Desa Peguyangan 4200 jiwa, terdiri dari perempuan 2150 dan laki laki 2050 orang.

Desa Peguyangan terdiri dari tiga pedukuhan, yaitu Dukuh Peguyangan, Dukuh Klapa Nunggal dan Dukuh Randu Gunting. Penduduk Desa Peguyangan sebagian besar bertani.

Kasdono, Kades Peguyangan
Menurut Kasdono selaku kades, Desa Peguyangan ini desa yang penuh berkah dan benar benar di barokahi Allah SWT.

"Saya selaku kepala desa mengamati kultur kehidupan masyarakat Peguyangan. Dari pengamatan saya, di desa ini tidak ada pengangguran, tidak ada penduduk yang kekurangan pangan dan memang sangat luar biasa," terangnya, bangga.

Semua penduduk Desa Peguyangan, lanjutnya, bekerja bahkan kadang sampai memperkerjakan dari desa lain. Penduduknya jarang yang merantau, karena di desa ini sendiri banyak pekerjaan yang sebagian besar bertani, dan pangan berlimpah.

Saat disinggung sisi SDM, Kasdono menyampaikan bahwa pendidikan adalah yang utama.

"Penuturan warga, walaupun kami hidup dari bertani, namun bagi kami pendidikan adalah hal utama. Maka tidak heran kalau anak anak petani ini banyak yang punya gelar akademisi S1 dan S2, bahkan ada yang bergelar Doktor," jelasnya.

Pemberian santunan yatim dan dhuafa oleh para donatur di Balaidesa Peguyangan/foto: uripto gd
Sisi religius di Desa Peguyangan juga membanggakan, banyak para santri pondokan. Ada yang mondok di Jawa Timur dan Jawa Barat, bahkan ada yang nyantri di Timur Tengah.

Desa Peguyangan nampak sangat asri dan adem. Kehidupan masyarakatnya guyub rukun rumojongan. Di Desa Peguyangan juga ada dua makam keramat, yaitu Candi Galuh yang terletak di Dukuh Klapa Nunggal dan Candi Pesawahan yang konon makam atau petilasan Damarwulan.

"Ada yang cukup fenomenal di desa kami, yaitu adanya peternakan kerbau yang jumlahnya mencapai ratusan ekor, jadi kalau pengguna jalan di jalur Pemalang Bantarbolang berpapasan dengan kerbau, baik siang maupun malam hari itu kerbau milik para peternak di Desa Peguyangan," tambahnya.

Kasdono menyebutkan, peternakan kerbau Desa Peguyangan sering dapat bimbingan dari para dosen dosen IPB Bogor.

"Jadi peternaknya ya pinter pinter, sehingga Desa Peguyangan ibarat negeri yang Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Kerto Rahardjo, atau Baldatun Toyibatun Warobun Ghofur," pungkasnya. (uripto)

Share this post :

RANAH NEWS

Berita Populer

Statistik

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com