Selamat Datang!

Desa Babakan Membangun Tanpa Ada Ekses

Pemerintah Desa Babakan guna lebih memaksimalkan pelayanan, awal tahun 2017 melaksanakan rehab balaidesa, yakni ruang kades dan sekdes/foto: didik yuliyanto
SLAWI- Gerakan bersama membangun kemandirian dan pembangunan berkelanjutan berbasis nilai-nilai universal akan mampu membangun kesadaran kritis dan perilaku individu ke arah yang lebih baik. Hal itu di upayakan agar bisa maju dari sisi pembangunan fisik dan manusianya, baik secara perilaku maupun mental hidup bermasyarakat.

Desa Babakan Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal terus berkembang dengan melakukan berbagai penataan. Infrastruktur dan sarana prasarana cukup memadai, karena ditunjang dengan sumber daya manusia (SDM) yang baik. Sehingga mengarah kepada percepatan pembangunan yang pada akhirnya masyarakat luas bisa merasakan manfaatnya.

“Pencapaian visi dan misi program kerja selama ini berjalan dengan baik berkat dukungan dan kerja keras semua elemen yang ada di desa, dengan harapan bisa menginspirasi pada masyarakat agar memiliki pandangan luas dalam memajukan desa bersama-sama,” terang Nuryasin AMd, selaku kades.

Terkait pembangunan di desa, pihaknya berharap aspirasi masyarakat melalui Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) atau bantuan lainnya bisa terlaksana dengan baik. Tentunya sesuai aturan agar tidak menimbulkan permasalahan. Karena yang paling utama adalah menyatukan dan memberdayakan masyarakat, serta pembangunan yang menjadi fokus maupun skala prioritas.

“Program percepatan pembangunan telah berjalan dengan baik, diantaranya pembuatan jalan desa antar pedukuhan untuk mempermudah akses masyarakat, pengurukan lapangan desa secara bertahap, pembangunan drainase, pembuatan tempat pembungan sampah (TPS) yang berada di sebelah selatan lapangan, membuat papanisasi untuk RT, RW dan lembaga desa secara seragam, serta rehab balaidesa” kata Nuryasin, menegaskan.

Masyarakat, tambah Nuryasin, juga diberdayakan mulai dari kalangan remaja hingga ibu-ibu PKK. Untuk kalangan remaja, pemberdayaan melalui Karang Taruna Wijaya Kusuma yang kini telah memiliki sanggar tari, dan Pencak Silat Cimande. Selain itu juga ada Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), gerakan tanaman obat keluarga (Toga) di pekarangan warga, serta merintis penerapan sistim hidroponik yang dikembangkan di rumah-rumah warga. 

 “Tujuannya satu, menyalurkan aspirasi masyarakat dan membangun tanpa ada ekses, tidak ada akibat buruk dari administrasi sampai hukum demi kemajuan Desa Babakan,” pungkasnya. (didik yuliyanto)
Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com