Selamat Datang!

Adipura, Semua Komponen Diminta Bersinergi

Beberapa waktu yang lalu Kabupaten Tegal meraih Piala Adipura untuk kategori kota kecil, Slawi. Piala Adipura tersebut dikirab keliling Kota Slawi, nampak Bupati Tegal Enthus Susmono bersama Sekda dan Kepala DLH/foto: yekti


TEGAL- Jelang penilaian Adipura di Kota Slawi, semua komponen diminta bersinergi guna berpartisipasi dalam kegiatan Kebersihan, Keteduhan dan Keindahan (K3), serta melakukan pembenahan sarana prasarana kota.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal, Drs Agus Subagyo MM kepada ranahpesisir.com diruang kerjanya, Jumat (27/10).

Dikemukakan Agus, Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH).

"Ada indikator pokok dalam kriteria Adipura, yakni indikator kondisi fisik lingkungan perkotaan dalam hal kebersihan dan keteduhan kota, serta indikator pengelolaan lingkungan perkotaan (non fisik) yang meliputi institusi, manajemen, dan daya tanggap," papar Agus.

Agus mengungkapkan, masih lekat dalam ingatan masyarakat Kabupaten Tegal yang beberapa waktu lalu meraih Piala Adipura, untuk kategori Kota Kecil, Slawi. Piala yang diterima Bupati Tegal Enthus Susmono dalam puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup yang dipusatkan di Kantor Kementerian LH.

Terkait diatas, tim kelompok kerja (pokja) Adipura sudah melakukan gerakan untuk terus memperbaiki titik pantau. Dimana semua pokja yang berjumlah 7 tim mempunyai tanggungjawab besar terhadap titik pantau penilaian. Diantaranya Pokja 1 bertanggungjawab pada titik pantau sekolah, ruang terbuka hijau (RTH) dan hutan kota. Pokja 2 bertanggungjawab pada jalan, saluran terbuka, dan sanitasi lingkungan.

Kemudian Pokja 3 bertanggungjawab pada titik pantau perkantoran, rumah sakit dan puskesmas. Pokja 4 bertanggungjawab pada perumahan dan pasar. Pokja 5 bertanggungjawab pada Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Penujah, taman kota dan pot disepanjang jalur Kota Slawi.

Sedangkan Pokja 6 fokus pada titik pantau pemilahan dan pengelolaan sampah. Pokja 7 fokus pada titik pantau Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dan bank sampah.

"Adipura adalah P1, dan ada 15 komponen yakni perkantoran, sekolah, pertokoan, jalan, rumah sakit dan puskesmas, hutan kota, saluran terbuka atau sungai, perumahan, ruang terbuka hijau, tempat pembuangan akhir, pengelolaan sampah informal, TPST, dan terminal bis," pungkas Agus.

Agus berharap semua komponen bisa bersinergi untuk bersama bahu membahu mewujudkan asa kembali meraih Piala Adipura.(didik yuliyanto)

Share this post :

Berita Populer

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com