Selamat Datang!

Bupati Idza: “Pandansari Laka Padane”

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dalam sebuah kesempatan ternyata cukup piawai memainkan peran sebagai model foto untuk mengangkat citra wisata alam mangrovesari Brebes/foto: istimewa


BREBES- Pemerintah Kabupaten Brebes akan terus memberikan dukungan dan mendorong menuju daerah tujuan wisata. Yakni melalui Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D), pemerhati dan pihak terkait lainnya untuk bisa satu gayung bersama menciptakan Brebes agar tidak ketinggalan dengan daerah lainnya.

Hal itu disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dihadapan Forkompinda, perwakilan Kejari Brebes, Dandim 0713/Brebes yang diwakili Kasdim, Kepala Dinkominfotik, Kepala Dishub, serta perwakilan dari Dinas Peternakan, perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, BP2D dan para jurnalis peserta Press Tour 2017 di Dukuh Pandansari Desa Kaliwlingi Brebes, Sabtu (18/11).
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH tidak lepas menjadi bidikan foto para jurnalis peserta Press Tour Brebes 2017

“Pemerintah Kabupaten Brebes terus bersama menciptakan Brebes agar tidak ketinggalan dengan daerah lain melalui ikon Pariwisata Brebes Sejen Karo Liyane, Pandansari Laka Padane,” kata Bupati Idza.

Dalam kesempatan itu, Bupati Idza mengapresiasi rekan-rekan jurnalis liputan Kabupaten Brebes. Menurutnya, melalui karya dan tulisan-tulisan jurnalis, inovasi wisata mangrove sebagai destinasi Brebes terangkat dan dikenal luas.

“Tahun 2017 ini menjadi kebangkitan pariwisata di Kabupaten Brebes, sehingga kita pun sengkuyung bersama menciptakan pariwisata sebagai ajang promosi dari karya dan tulisan para jurnalis,” ungkap Bupati Idza.

Pariwisata, masih kata Bupati, menjadi magnet wisatawan lokal dan mancanegara. Ada segitiga emas yang menjadi unggulan di Kabupaten Brebes, namun semua itu potensinya sama.
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH pamerkan batik mangrove pandansari

Adanya 27 destinasi wisata baru, lanjut Bupati Idza, tentunya berkat masyarakat yang ada di lingkungan sekitar destinasi wisata. Termasuk seluruh elemen-elemen yang mampu memberdayakan potensi yang ada. Seperti halnya sejarah hutan mangrove ini yang dulu awalnya adalah tambak yang terkena abrasi sekitar 1100 hektar.

“Jadi harus kita angkat ceritanya keluar, caranya dengan memperhatikan dan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, hijau dan nyaman serta ramah tamah, senyum dan pelayanan,” pungkas Bupati.(didik yuliyanto)

Share this post :

Berita Populer

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com