Selamat Datang!

PNS Diminta Tidak Terlibat Politik Praktis

Plt Walikota Tegal HM Nursholeh MMPd saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi dengan Stakeholder dalam rangka Pilkada Serentak di Hotel Bahari Iin Kota Tegal/foto: istimewa


TEGAL- Plt Walikota Tegal HM Nursholeh MMPd jelang Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tegal 2018 mendatang, meminta kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Tegal tidak melibatkan diri dalam politik praktis.

“PNS di Kota Tegal haru dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai aparatur pemerintah, abdi negara, dan abdi masyarakat secara proporsional serta professional dengan tidak terlibat politik praktis,” tegas Plt Walikota dalam sambutannya saat menghadiri Rapat Koordinasi dengan Stakeholder dalam rangka Pilkada Serentak Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah serta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tegal Tahun 2018 di Hotel Bahari Iin, Rabu (8/11) lalu.

Namun, dikatakan Plt Walikota, sebagai Warga Negara Indonesia, PNS tetap berkewajiban untuk menyalurkan aspirasi politik dalam pemungutan suara pemilihan umum tahun 2018 secara langsung, umum, bebas dan rahasia (luber).

“Netralitas PNS perlu dijaga, agar dalam tubuh PNS tidak lagi terpecah belah, dan tidak muncul loyalitas ganda yang akhrinya justru mengganggu keadilan tugas PNS dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.
Ketua Panwaslu Kota Tegal Akbar Kusharyanto bersama Plt Walikota Tegal HM Nursholeh MMPd

Plt Walikota menghimbau kepada masyarakat agar dapat mengendalikan diri dalam memberikan dukungan, dan aspirasi politiknya dengan tidak melakukan tindakan anarkis. Plt Walikota juga meminta masyarakat Kota Tegal untuk menghindari gesekan-gesekan yang bisa memicu perpecahan.

Sementara terkait Panwaslu Kota Tegal, dikemukakan Plt Walikota bahwa Panwaslu sebagai juri bisa berdiri dalam jarak yang sama adilnya terhadap sosok kandidat pemilu. Sehingga masing-masing pihak tidak dapat secara arogan berjalan sepihak hanya untuk kepentingan sendiri-sendiri.

Menurutnya, sukses Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tegal Tahun 2018 mendatang punya kaitan dengan masa depan Kota Tegal 5 (lima) tahun kedepan. Pasalnya, Kota Tegal memiliki pengalaman pahit pada produk pilkada lalu, dimana dua walikota tersandung masalah korupsi. Sehingga isu pilkada kedepan adalah masalah integritas membangun Kota Tegal dengan siap untuk tidak korupsi. (didik yuliyanto)

Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com