Selamat Datang!

Puluhan Wartawan dan LSM Kota Tegal Kawal Pengaduan Tindakan “Pelecehan”

Dian Brayanti bersama wartawan dan LSM yang hadir saat bertemu dengan perwakilan Radar Tegal yang terdiri dari M Saekhun selaku GM, M Fathurrocman selaku Pimred dan Wawan Setiawan selaku Wapimred/foto: tio suararakyattegal.com


TEGAL- Perbuatan tidak menyenangkan dan dugaan percobaan pelecehan seksual sesama profesi terjadi di Kota Tegal. Dugaan percobaan pelecehan itu dilakukan oleh salah seorang oknum wartawan Radar Tegal berinisial AG terhadap Dian Brayanti (38) wartawati media cetak dan online yang ada di Kota Tegal.

Perlakukan yang diterima Dian Brayanti yang juga sebagai Ketua Ikatan Jurnalis Tegal (IJT), mendapat kecaman keras dari berbagai pihak. Tidak hanya itu saja, atas insiden itu pun dukungan muncul dari rekan seprofesi, dan juga dari para aktivis bahkan LSM yang peduli terhadap martabat perempuan.

Dian mengaku bahwa dirinya telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, sehingga dengan mendapat pengawalan dari rekan-rekannya, ia pun mengadukan perbuatan saudara AG ke Polres Tegal Kota, atas dasar perbuatan tidak menyenangkan dan pelecehan seksual yang dialaminya, Kamis (14/12) kemarin.

Kepada awak media, aktivis dan LSM Kota Tegal, Dian menceritakan kronologis kejadian yang dialaminya. Yaitu pada Rabu (6/12) lalu sekitar pukul 22.30 WIB di Rumah Makan Orange yang terletak di jalan Veteran Kota Tegal, ia bersama Soleh, rekannya dari media Kabar Rakyat menunggu narasumber yang sedang berada di dalam karaoke. Setelah lama menunggu, tiba-tiba muncul AG dan 2 rekannya, yakni EN dari Harian Suara Merdeka dan satu orang lain yang tidak dikenal. Tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba AG mengajak masuk untuk karaoke di D’Lux yang berada di seberang jalan, persis didepan rumah makan tempat menunggu narasumber.

“AG dengan memaksa mengajak saya untuk masuk ke tempat karaoke, dan tangannya hendak menyentuh dada saya, lalu dengan spontan tangannya saya tangkis. Kejadian hingga 2 kali sembari pamer kalung dan uang yang ada di dalam tasnya. Saya lantas bilang ke dia jangan kurang ajar ya..!! Namun AG malah menjawab dengan nada tinggi dan merendahkan saya,” terang Dian.

Setelah kejadian tersebut, keesokan harinya Makmur selaku Pimred Kabar Rakyat berkoordinasi dengan Dian dan rekan-rekannya seprofesi. Kemudian melayangkan surat aduan ke Redaksi Radar Tegal dan Suara Merdeka tentang kejadian yang dilakukan wartawannya. Tanpa memberitahu dan bercerita keluar, ternyata berbondong-bondong teman aktivis dan LSM Kota Tegal datang ketempat Dian, dan mendukung agar kejadian pelecehan tersebut segera dilaporkan. Namun, rencana pelaporan tersebut ditunda, karena menunggu tanggapan dari redaksi yang sudah di suratinya.

Setelah menunggu berhari-hari tidak ada tanggapan, akhirnya puluhan wartawan, aktivis dan LSM mengantar untuk melakukan pengaduan ke Polres Tegal Kota. Setelah melakukan pengaduan di Polres Tegal Kota, Pimred Kabar Rakyat mendapat undangan dari Redaksi Radar Tegal untuk melakukan pertemuan sekitar pukul 17.00 WIB.

Terkait diatas, Pemimpin Redaksi Radar Tegal M Fathurrohman dihadapan wartawan dan LSM yang hadir menyampaikan, bahwa yang dilakukan oleh AG itu individu dan tidak ada kaitannya dengan perusahaan.

“Kami sudah klarifikasi ke AG, dan yang bersangkutan tidak mengakui. Sebagai Pimred, saya secara pribadi mohon maaf apabila ada sikap atau perbuatan dari wartawan kami yang menyinggung rekan-rekan media lainnya. Pengaduan ke Polres yang sudah dilakukan teman-teman kami hormati, dan proses hukum yang ada biar berjalan sebagaimana mestinya,” ucapnya.

General Manager Radar Tegal M Saekhun menambahkan, bahwa berkaitan dengan persoalan ini pihaknya akan membahas lebih dalam dengan atasan. Dikatakan Saekhun, masalah sanksi apa yang akan dilayangkan perusahaan akan mengkaji lebih dalam, karena setiap perusahaan pasti punya aturan masing-masing. Dan tidak mesti memberikan sanksi kepada karyawan yang diindikasikan melanggar persoalan tersebut.

“Saya akan mendalami dulu pengaduan yang rekan-rekan layangkan, karena saya juga masih punya atasan lagi, sehingga perlu pembahasan yang lebih dalam,’pungkasnya. (tio/didik)

Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com