Selamat Datang!

Walkot Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

Walikota Pekalongan HM Saelany Machfudz didampingi Sekda Sri Ruminingsih saat memberikan keterangan terkait darurat banjir/foto: Humas Kota Pekalongan


PEKALONGAN- Jebolnya tanggul di beberapa lokasi di wilayah Kota Pekalongan berdampak pada  meluasnya banjir rob.

Dari informasi yang berhasil diperoleh ranahpesisir.com setidaknya 7 kelurahan di Kecamatan Pekalongan Utara dan 2 kelurahan di Kecamatan Pekalongan Barat banjir rob mengalami peningkatan.

Walikota Pekalongan HM Saelany Machfudz didampingi Sekda Sri Ruminingsih bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait mengemukakan, bahwa Pemkot Pekalongan melalui BPBD, Dinsos P2-KB, Kodim, Kepolisian, Kecamatan, Tagana, relawan dan komunitas sejak dini hari telah bahu membahu melakukan upaya penyelamatan atau evakuasi ke beberapa lokasi pengungsian.

“Hampir 100 lebih warga kita evakuasi ke beberapa titik, seperti Kantor Kecamatan Pekalongan Utara, Kantor Kelurahan Bandengan, Masjid Muhajirin di Krapyak, Rusunawa dan Laboratorium Unikal di Slamaran,” terangnya.

Walikota sebelumnya juga telah menggelar rapat koordinasi bersama Dandim, Sekda, OPD terkait pada Jumat siang di Guest House. Walikota juga telah memutuskan beberapa hal untuk langkah penanganan bencana banjir secara lebih sistematis. Yakni, menyatakan status tanggap darurat bencana Kota Pekalongan selama 14 hari kedepan terhitung mulai tanggal 1 hingga 13 Desember.

Walikota menambahkan. fenomena alam yakni ombak yang tinggi dan sangat kuat terjadi sejak Jumat dini hari pukul 01.00 Wib.( Humas Pemkot Pekalongan/didik)

Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com