Selamat Datang!

Bupati Pekalongan Pantau Kondisi Rob dan Salurkan Bantuan

Bupati Pekalongan bersama rombongan melakukan pantauan langsung kondisi rob dibeberapa kawasan pesisir/foto: istimewa
KAJEN- Tahun 2018 dikatakan Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi SH MSi sebagai puncak rob di Kabupaten Pekalongan. Ribuan kepala keluarga (KK) tergenang, dan desa paling parah dilanda limpasan air laut tersebut adalah Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto.

Di desa yang berbatasan langsung dengan Kota Pekalongan tersebut, sebanyak 2.100 KK dan 99 persen atau hampir secara keseluruhan tergenang. Sampai Selasa sore kemarin (22/5), warga tidak dapat melakukan aktivitas di bulan Ramadhan.

Bupati Pekalongan bersama jajaran, masing-masing Kepala Bappeda Litbang Bambang Irianto, Kepala DPU Taru Wahyu Kuncoro, Kepala BPBD Bambang Sudjatmiko, dan Kabid Kehumasan Diskominfo Eka Iman Prabawa, melakukan pemantauan langsung kondisi rob di beberapa kawasan pesisir.

"Selasa siang ini kami melakukan pantauan rob di beberapa lokasi, Wonokerto Wetan, Pecakaran dan Jeruksari. Sebagai titik rob di Kabupaten Pekalongan. Tapi yang paling parah adalah di Jeruksari ini, hampir semua penduduk tergenang rob cukup tinggi, hampir satu meter," katanya.

Sedangkan untuk wilayah Jeruksari, Asip mengaku pihaknya langsung melakukan respon cepat, dengan melakukan pembangunan pembendungan darurat di Jeruksari, yang akan dikerjakan oleh DPU Taru, karena tanggul laut dari APBN, progresnya baru di Kota Pekalongan, dan belum masuk Kabupaten Pekalongan.

"Tahun 2018 ini merupakan puncak dari rob yang terjadi sejak tahun 2008. Ketinggian signifikan dan angin besar. Banyak yang mengungsi dan kami langsung memberikan bantuan, baik air bersih, kesehatan, selimut, peralatan sekolah untuk anak-anak, logistik dan dapur umum," tandas Asip.

Sementara Kepala Desa Jeruksari Kuswanto menambahkan, bahwa hampir semua penduduk tergenang, dan rob paling parah ini sudah terjadi sejak 17 hari berturut-turut. Dan warga sekarang ini membutuhkan bantuan utamanya pangan.

"Yang dibutuhkan warga sekarang ini adalah pangan karena mereka kesulitan memasak, dapur dan semua peralatan tenggelam oleh air rob. Jadi untuk dapur umum sangat dibutuhkan, agar lebih membantu warga, apalagi saat buka puasa dan sahur," tambah Kuswanto.(didik)
Share this post :

Berita Populer

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com