Selamat Datang!

RSJD dr Amino Gondohutomo Hadirkan Pelayanan Tanpa Dinding

Plt Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi menandatangani prasasti peresmian Gedung Pelayanan Komprehensif RSJD dr Amino Gondohutomo Semarang/foto: kukuh 
SEMARANG- Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr Amino Gondohutomo terus berupaya mewujudkan pelayanan kesehatan tanpa dinding. Dimana tidak ada sekat antara pasien gangguan jiwa dengan pasien non jiwa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendirikan Gedung Pelayanan Komprehensif yang baru saja diresmikan oleh Plt Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi, Selasa (8/5).

Direktur RSJD dr Amino Gondohutomo dr Sri Widyayati Sp PK MKes mengatakan, gedung tersebut digunakan untuk menambah fasilitas pelayanan kesehatan bagi pasien pasien umum dan pelayanan gangguan jiwa ringan. Selama ini RSJD hanya menangani pasien dengan gangguan jiwa berat, sedangkan pasien gangguan jiwa ringan belum tertangani dengan baik. Padahal menurut WHO satu dari empat orang berpotensi mengalami gangguan jiwa ringan atau sekitar 25 persen, bahkan untuk anak-anak pelajar SMP-SMA potensi terkena gangguan jiwa ringan lebih tinggi sekitar 30 persen.

“Ini merupakan PR kita bersama untuk kedepannya bisa memberi pelayanan kesehatan tanpa dinding. Jadi tidak dibeda-bedakan, dan harus bersatu padu dengan pelayanan spesialistik yang lain,” katanya.

Widyayati menerangkan, pembangunan Gedung Pelayanan Komprehensif ini awalnya untuk pemenuhan kebutuhan pelayanan non jiwa bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Hal ini karena sulitnya merujuk pasien gangguan jiwa dengan dual diagnosis pelayanan atau RS umum.

Ditambahkan, gedung ini dibangun dengan menggunakan dana dari APBD Provinsi Jawa Tengah secara bertahap sejak 2015-2018. Tahapan pembangunan tersebut antara lain tahap pertama pembangunan struktur bangunan lima lantai dari APBD 2015 sebesar Rp10,185 miliar. Tahap kedua APBD 2016 pembangunan lantai satu sampai dengan lima sesuai DED dengan total angggaran Rp15,874 miliar, tahap ketiga menggunakan APBD 2017 sebesar Rp17,731 miliar untuk finishing gedung dan interior lantai satu sampai dengan lantai empat, dan tahap keempat pembangunan kamar bedah, ICU, PICU, NICU di lantai lima dari APBD 2018 sebesar Rp10,237 milar.

“Lantai satu diperuntukan untuk pelayanan poliklinik rawat jalan komprehensif pasien jiwa dan non jiwa, klinik psikogeriatri untuk para orang tua yang mengalami gangguan jiwa, klinik-klinik gangguan jiwa ringan, klinik syaraf, dan masih banyak lagi. Lantai dua untuk instalansi rekam medis, kamar bersalin, ruang nifas, dan ruang bayi, sedangkan lantai tiga dan empat untuk  ruang rawat inap dengan kapasitas 30 tempat tidur terdiri dari kelas rawat VIP, kelas satu, dan kelas dua,” terangnya.

Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko menyambut baik pembangunan Gedung Pelayanan Komprehensif. Menurutnya, RSJD dr Amino Gondohutomo memiliki konsep pemikiran kedepan yang harus didukung dan difasilitasi oleh pemerintah. Rumah sakit ini bisa mengintegrasikan antara pelayanan kejiwaan dengan non jiwa secara komprehensif.

Namun Heru juga mengingatkan, agar RSJD dr Amino Gondohutomo harus tetap menonjolkan konsentrasinya untuk pelayanan kejiwaan meski juga pelayanan non jiwa diperkuat. Oleh karenanya, perlu ada komunikasi yang baik antar dokter gangguan jiwa dengan dokter penyakit fisik agar satu dengan yang lain saling mengait.

“Ketika pemerintah menekankan kekhususan rumah sakit umum maupun rumah sakit jiwa itu harapannya supaya masing-masing punya konsentrasi. Tetapi saya pikir tidak salah ketika dua masalah ini didekatkan, supaya penanganannya bisa lebih mudah satu dengan yang lain atau bahkan diintegrasikan tidak hanya dalam bentuk sistem tetapi juga pada tempat pelayanannya,” pungkasnya. (kukuh/puji)
Share this post :

Berita Populer

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com