Selamat Datang!

Sekda: Era Digital Jadi Tantangan Serius Pembangunan Sosial

Sekda Pemkab Tegal Widodo Joko Mulyono saat membuka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke XV dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 46 tingkat Kabupaten Tegal/foto: istimewa
SLAWI- Perubahan era konvensional ke era digital menjadi tantangan serius pembangunan sosial, karena dengan mudah masyarakat terpolarisasi hanya karena perbedaan akidah, warna kulit hingga kepemimpinan yang mengemuka di media sosial.

Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono saat membuka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke XV dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-46 Tingkat Kabupaten Tegal Tahun 2018 di lapangan Desa Pagongan Kecamatan Dukuhturi, Rabu (9/5).

Joko mengungkapkan kekhawatirannya tentang nilai-nilai luhur budaya bangsa seperti “tepa selira”, “unggah-ungguh”, “andhap-ashor” dan “gotong-royong” yang mulai luntur, terutama pada kehidupan generasi muda.

“Masyarakat kita menjadi mudah terprovokasi hanya karena berita bohong dan hasutan ujaran kebencian serta menjadi yang paling sibuk di dunia saat menanggapi isu SARA," katanya.

Menurut Joko, ini adalah ancaman serius yang bisa memperlemah daya saing bangsa di kancah global. “Kita tentu tidak ingin generasi muda kita tumbuh menjadi generasi yang mudah galau, generasi sarjana kertas yang hanya bisa berwacana tanpa ada karya dan aksi nyata.

Tidak mudah memang, kata Joko, untuk melestarikan dan mempertahankan semangat gotong-royong di tengah kehidupan masyarakat yang semakin individualis, yang cenderung menonjolkan kebersaingan daripada kebersamaan.

“Tapi saya optimis permasalahan ini bisa kita atasi," tegasnya.

Melalui acara ini dirinya berharap kegotong-royongan masyarakat semakin meningkat, sehingga mampu melahirkan karya-karya inovatif yang tidak saja membanggakan, tapi juga bermanfaat bagi perkembangan kehidupan sosial serta mampu menciptakan teknologi terapan tepat guna untuk mengakselerasi pembangunan.

Di akhir sambutannya, Joko berpesan kepada kader penggerak PKK agar terus merawat dan melestarikan nilai-nilai kegotong-royongan sebagai warisan budaya, warisan para pendiri bangsa.

"Tetap teguh menjadikan gotong royong ini sebagai haluan kerja bersama demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Tegal yang mandiri, unggul, berbudaya, religius dan sejahtera,” pungkasnya.(*)



Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com