Selamat Datang!

Tangani Rob, Pemkab Pekalongan Kirim ASN ke Belanda

Rombongan DWA dari Roterdam Belanda senang atas pertemuan tersebut, karena dihadiri Pemkab dan Pemkot Pekalongan/foto: istimewa
KAJEN- Untuk menyelesaikan masalah rob di Kabupaten Pekalongan, dibutuhkan berbagai usaha dengan melibatkan semua kemampuan dan komponen masyarakat. Pemkab Pekalongan pada awal tahun 2018 mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat senilai 500 miliar untuk pembangunan tanggul melintang dari wilayah Kota Pekalongan hingga Wonokerto Kabupaten Pekalongan, dan saat ini pembangunan sedang proses pengerjaan.

Salah satu langkah untuk menyelesaikan permasalahan rob ini adalah dengan membangun kerjasama dengan Dewan Air Belanda (Dutch Water Authority) Rotterdam. Mereka akan melakukan rekayasa teknik dan rekayasa sosial, sehingga pembangunan dan pengelolaan tanggul rob dapat memberikan manfaat yang optimal.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH MSi menyampaikan, pihaknya sudah membuat Roadmap penanganan banjir rob. Yang pertama dengan membangun tanggul melintang di Desa Mulyorejo yang fungsinya telah berhasil mengurangi permasalahan banjir rob yang ada di tiga desa, Mulyorejo, Tegaldowo, Karangjompo, semuanya diwilayah Kecamatan Tirto.

Kedua, tanggul melintang yang akan dibangun Balai Besar Wilyah Sungai (BBWS) Pemali Juwana. Ketiga menyiapkan sistem drainase lingkungan yang terhubung dengan sistem tanggul BBWS.

"Kita berencana juga akan mengirimkan ASN/PNS untuk dapat belajar ke Dewan Air Belanda (DWA)," terang Bupati saat menghadiri welcome dinner menyambut tamu dari Dewan Air Belanda (Dutch Water Authority) Rotterdam di Guest House Rumah Dinas Walikota Pekalongan.

Sementara itu, kepala rombongan DWA Mr Fer Kalis yang hadir bersama Johan Boersma, Joop, Sisca Liem menyampaikan rasa senang atas pertemuan malam ini, karena dihadiri oleh Pemkab dan Pemkot. Mereka melihat ini bisa menjadi pondasi yang baik untuk menangani rob secara bersama sama.

Mr Fer Kelis mengungkapkan, bahwa pihaknya akan melakukakan kegiatan workshop penanganan banjir rob di Kabupaten dan Kota Pekalongan, tanggal 2 dan 3 Mei. "Kami mempunyai pengalaman ratusan tahun dalam fight (menangani) air pasang. Dan itu yang akan dibagikan selama workshop dua hari ke depan," terangnya.

Pihaknya merasa senang dan mengapresiasi, karena bisa menindaklanjuti MoU antara Pemkab Pekalongan dengan DWA maupun Pemkot Pekalongan dengan DWA.”Kami menepati janji sebagimana yang disampaikan dalam kunjungan ke Pekalongan November 2017 bahwa dia akan datang bersama ahli pengelolaan air dari Belanda," pungkasnya. (red)
Share this post :

Berita Populer

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com