Selamat Datang!

Konsep Floating Airport, Ciri Khas Bandara Ahmad Yani Semarang

Terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang akan dioperasikan 6 Juni mendatang/foto: istimewa
SEMARANG- Terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang akan mulai dioperasikan pada 6 Juni 2018 nanti. Pengoperasian tersebut lebih cepat 30 persen dari jadwal yang ditentukan pada November 2018 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi kepada Plt Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi saat meninjau terminal baru bandara tersebut, Kamis (31/5).

Faik mengatakan, setelah dioperasikan seluruh penerbangan akan menggunakan terminal yang baru. Sementara terminal lama tidak akan dipakai kembali.
.
“Jadi tanggal 5 Juni kita boyongan dan tanggal 6 Juni seluruh penerbangan dari Bandara Ahmad Yani sudah ada di terminal yang baru,” katanya.
.
Terminal baru bandara ini akan mampu mengantisipasi lonjakan penumpang saat arus mudik Lebaran 2018, karena memiliki kapasitas 20.000 orang per hari. Faik menyatakan, pada mudik tahun ini pertumbuhan penumpang diprediksi mencapai 8 persen, atau sekitar 18.000 orang per hari pada saat puncak arus mudik.

“Tahun ini diperkirakan pertumbuhan penumpangnya meningkat sekitar 8 persen atau sekitar 18 ribu per hari. Kalau tetap di bandara lama dengan kapasitas 2.200 orang per hari tentu akan membuat sangat tidak nyaman,” ujarnya.

Melihat betapa cepatnya proses pengerjaan terminal baru Bandara Ahmad Yani, Plt Gubernur Heru Sudjatmoko mengaku sangat mengapreasiasi. Menurutnya, meski dilakukan percepatan namun pihak pengembang dan AP I tetap menjaga kualitas bangunan.
.
“Tidak hanya kecepatannya, saya melihat pengerjaannya juga bagus dan rapi. Jadi saya sampaikan selamat untuk pak dirut dan seluruh jajarannya, mudah-mudahan seterusnya lancar dan sukses,” ujarnya.

Terminal baru senilai Rp 2,07 triliun ini mampu menampung sekitar 6 juta penumpang per tahun. Terminal baru memiliki luas 58.652 m2 atau sembilan kali lebih besar dari terminal lama yang hanya 6.708 m2. Luasan apron baru 72.522 m2 sehingga dapat menampung 13 pesawat narrow body atau konfigurasi 10 pesawat narrow body dan dua pesawat wide body cargo.

Konsep floating airport menjadi ciri khas Bandara Ahmad Yani dan menjadi yang pertama di Indonesia. Disebut floating airport karena terminal baru Bandara Ahmad Yani dibangun di atas lahan lunak dan sebagian besar berair. Desain terminal baru ini juga mengadopsi konsep eco-airport. Tujuannya yakni untuk mendukung pelestarian lingkungan.

Di sekitar bandara sudah ditanami 24 ribu bibit pohon mangrove untuk mendukung pelestarian lingkungan. Nantinya potensi hutan mangrove bisa dikembangkan menjadi objek wisata alam yang bisa jadi daya tarik bagi penumpang maupun masyarakat. (kukuh/puji)


Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com