Selamat Datang!

Sebanyak 1264 Mahasiswa UPS Tegal Ikuti Pembekalan KKN

Lembaga Pengabdian dan Penelitan bagi Masyarakat (LPPM) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal mengadakan pembekalan peserta KKN tahun 2018 yang mengusung tema Menguatkan Ideologi Pancasila pada Masyarakat/foto: istimewa


TEGAL- Sebanyak 1.264 mahasiswa Universitas Pancasakti (UPS) Tegal peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) akan disebar ke 4 wilayah yang ada di Eks Karesidenan Pekalongan, yaitu Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang pada Senin 16 Juli mendatang. Berkaitan hal itu, Lembaga Pengabdian dan Penelitian bagi Masyarakat (LPPM) UPS Tegal mengadakan pembekalan peserta KKN tahun 2018 yang mengusung tema berbeda dengan sebelumnya, yakni ‘Menguatkan Ideologi Pancasila pada Masyarakat’.

Pada KKN Pos Daya Sakti kali ini, peserta KKN menyusun program kegiatan yang mencangkup enam pilar, diantaranya Kesehatan, Ekonomi, Pendidikan, Lingkungan, Kearifan Lokal, dan Penguatan Ideologi Pancasila bagi Masyarakat. Sedangkan pada tahun sebelumnya hanya program kegiatan yang mencangkup empat pilar, seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.

Ketua panitia KKN Dra Mursyidah DH SH MH mengemukakan, program KKN disesuaikan dengan potensi dan permasalahan pembangunan yang dimiliki setiap kecamatan. Tim KKN akan merumuskan program kegiatan bersama perwakilan wilayah masing-masing kabupaten/kota sesuai apa yang dibutuhkan. Pelaksanaan KKN kali ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak UPS Tegal untuk merumuskan kurikulum pendidikan yang aplikatif di masyarakat. Tema-tema KKN yang nantinya ditetapkan untuk masing-masing wilayah akan menjadi tema tetap, sehingga dapat dilanjutkan oleh peserta KKN berikutnya.

“Diharapkan terjadi sinergi antara riset dan pengabdian. Pemerintah Kabupaten/Kota mendapat manfaat dengan kehadiran mahasiswa KKN, dan sebaliknya mahasiswa memperoleh ilmu,” ungkap Mursyidah.

Sementara, Rektor UPS Tegal Dr Burhan Eko Purwanto MHum mengungkapkan, bahwa kerjasama dengan pemerintah daerah se Eks Karesidenan Pekalongan ini perlu dilakukan mengingat terjadi peningkatan jumlah peserta KKN sebesar 5 persen dari tahun lalu yang berkisar 1120-an mahasiswa.

Aplikasinya, masih kata Burhan, menggunakan pos daya sakti yang dilakukan dengan mengakomodasi masyarakat dalam sebuah kelompok. Kemudian mengoptimalkan potensi masyarakat tersebut agar tepat guna dan tepat sasaran, sehingga proses produksi dapat meningkat serta mencapai nilai tambah yang disesuaikan dalam menyokong perekonomian dasar maupun kesejahteraan tiap orang di desa itu.

“Potensi itu diolah dalam berbagai produk atau jasa tertentu, sehingga ada nilai tambah. Sasaran kita tidak hanya potensi industri, tapi juga perkebunan, perternakan, hingga pariwisata. Kita akan kembangkan program potensi desa, kelompok masyarakat sadar potensi diri hingga pengembangan ekonomi kreatif di tiap desa,” pungkas Burhan. (didik)

Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com