Selamat Datang!

Jalan Sehat Jelajah Situs Purbakala

Wakil Bupati Brebes Narjo SH bersama ribuan masyarakat Brebes mengikuti jalan sehat jelajah situs purbakala/foto: wasdiun selapura
BREBES- Ribuan masyarakat Brebes mengikuti jalan sehat jelajah situs Purbakala, Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabulaten Brebes, Selasa (28/8).

Dengan riang gembira sembari menyaksikan hasil temuan situs, masyarakat antusias berjalan hingga lebih kurang 7 kilometer. Jalan sehat mengambil start di Lapangan Garuda Desa Galuh Timur, dan dilepas Wakil Bupati Brebes Narjo SH dengan bendera start.

“Ayo kita sehatkan masyarakat dengan jalan sehat menjelajahi situs purbakala,” ajak Narjo sebelum melepas bendera start.

Narjo beserta Forkopimda dan beberapa Kepala OPD turut serta dalam jalan sehat tersebut. Sekitar 4 kilometer dari titik start, di buka pos yang menyajikan berbagai hasil temuan para pelestari situs. Juga disajikan makanan dan minuman tradisional seperti angkrik, bodin, kacang godok, pisang, uwi, kembili, tawes, talas dan lain-lain.

Puluhan Penari Digul juga menyambut rombongan Wakil Bupati dengan membawa tombak mainan dan dan juga gobang mainan. Mereka menari sebagaimana yang dilakukan masyarakat Digul, sebuah daerah hutan lebat, sebelah timur sungai Digul Hilir, Irian Jaya. Tempat ini terkenal sebagai tempat pembuangan pejuang-pejuang kemerdekaan, terasing dari peradaban masyarakat.

Ketua Panitia HUT ke-73 RI Edy Kusmartono menjelaskan, bahwa jalan sehat sengaja digelar dengan nuansa jelajah Situs Purbakala agar masyarakat Brebes dan dunia luar mengetahui dengan gamblang tentang hebatnya Galuh Timur sebagai Pusat Purbakala di Brebes.

Daerah Galuh Timur, lanjutnya telah diteliti dan penelitian Tim Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, dan tim Bumiayu Tonjong (Buton) juga melakukan penggalian pada lokasi penemuan fosil purbakala di wilayah Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, tepatnya di Sungai Gintung, Dukuh Tengah, Desa Galuh Timur.

Disitu, antara lain ada fosil buaya, yakni buaya muara dan buaya sungai, artefak atau benda-benda arkeologi bernilai sejarah yang menjadi indikasi budaya manusia jaman dahulu. Artefak yang ditemukan tersebut berjumlah 7 buah berupa artefak batu.

Selain mendapat pengetahuan, kesehatan, peserta juga mendapatkan ratusan doorprize seperti 7 buah sepeda, lemari es, kompor gas, kipas angin, majic com, dan lain lain. (wasdiun selapura)
Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com