Selamat Datang!

KPID Jateng Gelar Diskusi Literasi Media

KPID Jateng gelar literasi media untuk pelajar dan mahasiswa di SMK Al Muawanah Kendaldoyong Pemalang/foto: yusmiladi
PEMALANG- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah menggelar diskusi literasi media di SMK Al Muawanah Kendaldoyong Kabupaten Pemalang, Sabtu (27/10).

Diskusi bertajuk “Literasi Media di Kalangan Pelajar Mahasiswa dan Ormas” itu menggandeng seluruh pelajar dan elemen yang ada di sekolah.

Komisioner KPID Jawa Tengah, Sonakha Yuda Laksono mengatakan, kegiatan literasi media di kalangan pelajar diharapkan mampu melibatkan para pelajar sebagai agen literasi media.

Menurutnya, KPID tak bisa bekerja sendiri. Peran aktif masyarakat sangat diperlukan dalam mengawasi. Televisi maupun radio mampu mengubah pola pikir masyarakat melalui konten-konten yang disiarkan. Terlebih televisi saat ini masih menjadi favorit di kalangan masyarakat.

"Laporkan jika ada acara siaran yang tidak berkualitas,” tegasnya.

Waka Humas SMK Al Muawanah, Karyudi Prayitno SH mengajak mahasiswa agar kritis dan ikut berkontribusi mengawal media. Lebih-lebih tahun 2018 merupakan tahun politik.

Karyudi mengatakan, media memiliki fungsi informasi, pendidikan, kontrol sosial dan hiburan. Ia mengajak para pelajar agar
melek media. Mampu memfilter informasi.

Karyudi mengemukakan, media massa adalah industri yang sering mengutamakan keuntungan ekonomi. Acara diproduksi untuk mendatangkan iklan.

"Belum mengutamakan kualitas siaran, sehingga acara berkualitas kadang malah tidak laku,” kata dia, heran.

Selanjutnya, Sonakha menambahkan, bahwa acara tidak bermutu dan tidak mendidik justru ratingnya tinggi, sehingga acara tersebut disiarkan terus menerus.

“Kendalikan diri saat mengonsumsi media, jangan sampai kecanduan. Selalu kritis jangan mudah percaya dan terpengaruh isi media,” tandasnya.

Diskusi literasi diikuti sekitar 100 peserta, mereka antusias dalam mengikuti materi yang disampaikan/foto: yusmiladi
Media, masih kata Sonakha, secara umum lebih suka memberitakan bad news is good news. Berita yang disampaikan kerap bernada pesimis, sinis, konsumeris, narsis, mistis dan sadis.

“Media yang dikelola swasta kontennya cenderung diarahkan pada kepentingan bisnis dan pemilik,” jelasnya.

Terkait penyiaran sudah ada regulasi yang mengatur. Ada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) yang bisa dijadikan acuan. Bagi lembaga penyiaran, P3SPS sebagai acuan produksi. Bagi KPI sebagai pedoman untuk memantau, mengawasi dan menindak. Sedangkan bagi masyarakat bisa dijadikan acuan untuk mengadu.

Acara diskusi kali ini diikuti sekitar seratus pelajar, mereka terlihat sangat antusias dalam mengikuti materi-materi yang disampaikan.

Ahmad Jaelani, salah seorang peserta diskusi mengapresiasi kegiatan literasi media untuk pelajar dan mahasiswa. Karena menambah ilmu dan wawasan yang tentunya bermanfaat.

"Ini merupakan sesuatu yang baru bagi kami sebagai pelajar, dan alhamdulillah kami jadi tahu serta paham tentang media penyiaran dan regulasinya," pungkasnya. (yusmiladi)
Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com