Selamat Datang!

EWS Daerah Pesisir Selatan Sudah Terpasang

Laporan: Marni/Puji

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menghadiri pengiriman bantuan tsunami Selat Sunda/foto: marni
SEMARANG -  Sejumlah alat peringatan dini atau early warning system (EWS) sudah terpasang di beberapa titik di pesisir selatan Jawa Tengah. Ini guna mengantisipasi bencana gempa dan tsunami yang berpotensi menerjang kawasan laut selatan Jateng.

"Di Cilacap sudah dipasang early warning system oleh BMKG. Memang sudah ada EWS yang rusak akibat korosi air laut," ujar Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Sarwa Permana, Jumat (28/12/2018).

Empat daerah di Jateng tersebut yakni Cilacap, Kebumen, Wonogiri, dan Purworejo merupakan kawasan dekat pusat sesar aktif yang berkaitan dengan gempa sehingga berpotensi terjadi tsunami. Kabupaten Cilacap paling banyak membutuhkan EWS karena ada dua kecamatan yang berada di bibir pantai.

"Berbagai potensi bencana itu harus diantisipasi, karena saat ada peringatan gempa 6,7 SR. Apakah akan terjadi tsunami atau tidak, semua harus tetap waspada," katanya.

Selain mewaspadai gempa dan tsunami, masyarakat di kawasan pegunungan juga harus meningkatkan kewaspadaan. Terutama warga yang bermukim di sekitar Gunung Merapi, yakni Boyolali, Klaten, dan Sleman DIY. Terlebih saat ini kondisi gunung tersebut berstatus waspada tingkat dua.

"Status ini akan berlangsung kurang lebih sampai enam bulan. Bahkan dua minggu terakhir terjadi erupsi kecil, sehingga warga harus menjauh radius 3 kilometer dari puncak Merapi.

Pada Kamis (27/12/2018), Gunung Merapi mengalami dua kali guguran yang terjadi sekitar pukul 02.50 dan 08.45 WIB, dengan jarak luncur yang terpantau sejauh 300 meter ke arah hulu Kali Gendol dan barat laut di dalam area kawah.

"Masyarakat di sekitar Merapi sudah sering mendapat sosialisasi. Bahkan kita selalu turun dengan komunitas-komunitas sehingga saat Merapi bereaksi masyarakat di kawasan gunng lebih tenang atau tidak panik," terangnya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan pengiriman bantuan untuk korban bencana tsunami Selat Sunda terutama untuk wilayah terdampak parah yakni Kabupaten Pandeglang, Banten. Hadir Gubernur Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin untuk melepas para relawan dan bantuan yang akan diberangkatkan.

Gubernur Ganjar mengatakan Indonesia memang berada di posisi dengan kerawanan bencana cukup tinggi. Sebab itu masyarakat didorong untuk selalu tanggap terhadap bencana apapun. Mitigasi bencana perlu terus digerakkan, salah satunya dengan menjaga kearifan lokal atau pengalaman mitigasi orang-orang terdahulu.

“Secara kultural, masyarakat punya pengalaman-pengalaman mitigasi bencana sebelum alat-alat canggih dan alat mitigasi yang super canggih ada. Pengalaman-pengalaman itu yang perlu kita ceritakan terus menerus agar anak-anak juga tahu, sehingga bisa mengerti dan paham tanda-tanda akan terjadi bencana,” katanya.
(*)

Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com