Selamat Datang!

Ganjar Bakal Bangun Laboratorium Pendidikan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyalami para guru pemenang lomba dalam puncak peringatan HUT PGRI ke-73 dan perayaan Hari Guru Nasional tingkat Jateng/foto: ibra
SEMARANG- Dunia pendidikan di Jawa Tengah telah siap melakukan perubahan sistim untuk menghadapi revolusi industri 4.0, dan program pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokusnya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada puncak peringatan HUT PGRI ke-73 dan perayaan Hari Guru Nasional tingkat Jawa Tengah yang diselenggarakan di Balairung Universitas PGRI Semarang, Sabtu (8/12).

Dalam realisasinya pada periode kepemimpinan kedua ini, Ganjar Pranowo yang berpasangan dengan Taj Yasin Maimoen menggandeng Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bakal membangun laboratorium pendidikan. Hal tersebut sejalan dengan program yang diusung Presiden Jokowi saat ini.

"Saya minta PGRI Jateng bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Jateng, untuk menyiapkan perubahan yang revolutif menghadapi revolusi industri 4.0. Saya ingin gila-gilaan mengurus pendidikan, karena makin hari makin bisa kita perbaiki kondisi pendidikan kita. Kita dorong SDM kita agar terus berkembang," katanya.

"Maka kurikulum mesti dibicarakan, cara mengajar harus lebih menarik, fasilitas harus ada. Tugas kita sekarang konsentrasi. Kalo tadi PGRI Jateng menyelenggarakan lomba-lomba menulis inovasi kreasi mengajar dalam acara guru menulis, sekarang sudah menjadi buku," terangnya.

Buku kumpulan inovasi pembelajaran dari guru-guru di Jateng itulah, lanjutnya, yang menjadi modal awal merevolusi sistim pendidikan yang menyenangkan. Selain juga bakal menjadi harta bagi dunia pendidikan sebagai literatur inspiratif. Berbekal buku itu, bakal bisa dirumuskan satu sistim perbaikan pendidikan.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bakal bangun laboratorium pendidikan/foto: puji
"Saya istilahkan merevolusi sistim pendidikan. Selain itu, akan ada semacam laboratorium pusat pendidikan dan pelatihan yang akan kita bangun. Nanti kita carikan yang dibutuhkan fasilitas apa, mereka kawan-kawan guru ini sudah punya metodenya," paparnya.

Dikemukakan Ganjar, yang di Jakarta kemarin sudah ada metode pembelajaran dengan melakukan video conference dengan banyak negara di Eropa, gurunya ngomong, muridnya juga ikut belajar, termasuk robotik yang dibuat disana.

"Ini cara yang menarik, saya ingin di Jateng dibuat itu," harap Ganjar dihadapan sekitar 1000 guru dari seluruh Jateng, dan Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi serta Ketua PGRI Jateng, Widadi.

Kemakmuran guru semakin ditingkatkan
Ditambahkan, bahwa saat ini kemakmuran guru semakin ditingkatkan, dengan ditandatanganinya Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"PP tersebut ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo sebagai kado istimewa pada peringatan Hari Guru Nasional di Bogor Jawa Barat beberapa waktu lalu," ungkapnya.

Guru-guru kemarin sudah diberikan satu fasilitas yang lebih baik, khususnya yang punya problem dengan status honorer. Presiden sudah mengeluarkan PPPK. Mestinya mereka lebih tenang hari ini, sehingga pendapatannya jauh lebih baik.

Sementara itu, Ketua PGRI Jateng Widadi menambahkan, guru-guru di Jateng saat ini gencar melakukan inovasi dengan segala stimulan yang diciptakan. Menurutnya, inovasi merupakan hal mutlak yang harus dilakukan guru terlebih dahulu untuk menyiapkan generasi yang siap menjajaki masa revolusi industri 4.0.

"Beragam lomba, lokakarya serta pelatihan terus kita lakukan. Dan hal itu akan semakin luar biasa dengan laboratorium pendidikan Jateng," pungkasnya. (ibra/puji)
Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com