Selamat Datang!

Pemkab Bogor Studi Banding ke JIC

Pemkab Bogor lakukan studi banding ke Jakarta Islamic Center/foto: istimewa
JAKARTA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengadakan studi banding ke Jakarta Islamic Centre (JIC) dalam pengelolaan Islamic Centre di Bogor, Selasa (26/02/19).

Enday Zarkasyi, Kabag Kesra Setda Kabupaten Bogor sebagai kepala rombongan menjelaskan, pihaknya mengadakan studi banding ke JIC karena lembaga ini sudah lama berdiri dan memiliki piranti dasar hukum yang jelas. JIC juga sudah mempunyai reputasi yang bagus, sehingga Kabupaten Bogor bisa belajar bagaimana mengelola Islamic Center.

Pada saat ini, Kabupaten Bogor memiliki aset masjid Baitul Faizin dan Pusdai yang berdiri sendiri-sendiri. Pihak Pemerintah Kabupaten Bogor menginginkan intregrasi kedua lembaga tersebut menjadi satu, sehingga lebih luas jangkuan dan lebih banyak manfaatnya bagi ummat.

Kabag Kesra Setda rrPemkab Bogor pimpin rombongan studi banding ke JIC/foto: istimewa
Terkait hal itu, Kepala Sekretariat JIC, Ahmad Juhandi menjelaskan, JIC awalnya merupakan tempat prostitusi terbesar Asia Tenggara, kemudian karena adanya resistensi dari warga, maka di era Gubernur Sutiyoso kawasan ini dirubah menjadi kawasan islami dengan didirikannya Jakarta Islamic Centre pusat pengembangan dan pengkajian Islam Jakarta.

"Dalam pengelolaannya, JIC menggunakan dua kewenangan. Yang pertama, Sekretariat yang mengelola keuangan APBD yang diisi oleh ASN, dan Badan Managemen yang mengelola kegiatan sehari-hari yang diisi oleh para pakar dan tokoh masyarakat," terang Juhandi.

Sebenarnya dalam JIC, masih kata Juhandi, yang paling dominan bukan hanya pada kegiatan masjid dalam artian ibadah saja, tetapi juga pengembangan dan pengkajian Islam, sehingga fungsi JIC menjadi lebih luas dan berkembang.

Fungsi JIC tidak hanya ibadah saja, namun juga pengembangan dan pengkajian Islam/foto: istimewa
JIC setiap hari menjadi pusat kegiatan ke-Islaman, sosial dan budaya warga Jakarta. Selain kegiatan yang diadakan oleh JIC sendiri, banyak juga kegiatan yang diselenggarakan oleh warga seperti pernikahan, ormas Islam yakni seminar, lokakarya, munas dan lembaga lainnya. Bahkan untuk kegiatan di akhir pekan memerlukan pesan tempat harus dari jauh-jauh hari.

Sementara, Kepala Bagian Umum Badan Managemen JIC, Sofyan Jamaluddin menambahkan, bahwa sekarang banyak lembaga Islamic Centre yang didirikan oleh pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi.

"Kami mencatat sekitar 152 Islamic Centre yang sudah berdiri. Sudah beberapa Islamic Centre mengadakan studi banding ke JIC. Mereka belajar bagaimana struktur, managemen pengelolaan, dasar hukumnya. Tentu JIC dengan senang hati berbagi pengalaman yang kami miliki," pungkasnya. (*)
Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com