Selamat Datang!

Usut Tuntas Peredaran Pestisida Palsu

Press Conference pengawasan pestisida palsu di Brebes, Jumat (5/4/2019)/foto: istimewa
BREBES-  Pemerintah daerah diminta mewaspadai dan melakukan intelijen ke kios-kios serta toko-toko yang menjual pupuk atau pestisida. Jika terdapat indikasi pestisida palsu, segera lakukan penanganan.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian RI, Sarwo Esdi saat melakukan tinjauan ke Kabupaten Brebes, Jumat (5/4/2019).

Sarwo meminta pemerintah mengusut tuntas peredaran pestisida palsu di Brebes. Sekaligus meminta pengedar dan pembuatnya ditangkap.

"Untuk langkah nasional, kami akan segera berkordinasi dengan Mabes Polri dan Satgas Pangan guna mengungkap peredaran pestisida palsu di daerah lain," tegas Sarwo.

Sarwo menyebut, berdasarkan hasil penelitian IPB, lahan di Brebes sudah usang atau rusak yang disebabkan karena tingginya penggunaan pestisida palsu, sehingga tanah terlalu banyak terpapar residu dan berdampak pada penurunan hasil pertaniannya.

Sarwo menambahkan, Brebes merupakan daerah sentra hortikultura dan tanaman pangan yang menunjang kebutuhan nasional. Salah satu indikator daerah itu menjadi sasaran peredaran pestisida palsu karena penggunaan pestisida tinggi.

Berbagai merek yang sudah beredar di Brebes seperti Roundup, Score, Amistar, Tenano, Protek, Regent, hingga Dharmasan.

Padahal, Kementerian Pertanian telah secara ketat melakukan pengawasan terhadap peredaran pestisida dengan melakukan pencabutan izin. Dari datanya, terdapat 1.757 jenis formulasi pestisida yang dicabut izinnya hingga 2018 lalu.

Jumlah itu, terdiri 956 jenis yang izinnya habis hingga 2017, 610 jenis habis izinnya pada 2018, dan 191 jenis dicabut atas permintaan sendiri produsen karena tidak efektif dan banyak dipalsukan. Saat ini masih ada 4.437 jenis pestisida yang terdaftar di kementerian. (*/dik)

Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com