Selamat Datang!

Bukber sebagai Ajang Silaturahmi Membangun Kebersamaan

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM selenggarakan buka bersama, Senin (27/5/2019)/foto: istimewa
SEMARANG - Silaturahmi Membangun Kebersamaan, menjadi tema dalam acara Buka Puasa Bersama (Bukber) yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Senin sore (27/05) di Aula Lantai 3 Kantor Wilayah.

Acara buka puasa yang diikuti pegawai Kantor Wilayah dan Kepala UPT Se Kota Semarang beserta jajaran menghadirkan penceramah Ustadz Dr. Agus Siswanto.

Kepala Kantor Wilayah Jawa Tengah, Sutrisman saat memberikan sambutan mengatakan, bahwa melalui kesederhanaan tetapi dengan niat yang tulus, jalinan kebersamaan, dapat dengan mudah diwujudkan, diantaranya melalui acara buka puasa bersama ini.

"Kebersamaan tidak hanya bicara dalam lingkup pekerjaan, namun dalam acara seperti ini hal tersebut dapat dibangun," ujarnya.

Kakanwil menambahkan bahwa ibadah puasa merupakan momen yang sangat penting.

"Bicara rohani terkadang tidak menjadi sesuatu yang prioritas, padahal ini merupakan alat pemersatu diatas segala-galanya," katanya.

"Ini merupakan bagian yang mungkin saja kecil, tetapi dapat memberikan efek yang besar," tambahnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini tidak hanya pada bulan puasa, namun juga pada lain hari di luar bulan ramadhan.

Sementara itu, Agus Siswanto yang tampil sebagai penceramah menyampaikan pentingnya ibadah spiritual, yakni untuk mengevaluasi apa yang sudah dijalankan umat manusia sesuai perintahnya.

"Keberadaan kita semua disini bukanlah sebuah kebetulan, ini semua tidak dapat dilepaskan dari berkah yang diberikan Allah SWT. Mari syukuri keberkahan ini," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan isi Surat An Nahl ayat 92, yang dikatakannya, bahwa setiap manusia jangan berperilaku seperti seorang perempuan yang sedang menenun namun ikatannya tidak kuat, sehingga benangnya terlepas satu demi satu.

"Puasa tidak akan memiliki makna jika setelah puasa kita berlaku seperti dalam surat An Nahl. Memiliki ketakwaanlah yang akan mampu memagari kita sehingga tidak melanggar ketentuanNya," pesannya.

"Ending dari puasa yang kita jalani adalah untuk mereduksi ketamakan, kesombongan dan keserakahan," pungkasnya. (*)

Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com