Selamat Datang!

Jakarta Islamic Centre Promosikan Gemakusi

Jakarta Islamic Centre (JIC) promosikan gerakan lima bungkus nasi (Gemakusi) di bulan Ramadhan/foto: istimewa
JAKARTA- Bulan Suci Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Seharusnyalah bulan Ramadhan diisi dengan nilai-nilai positif yang bernilai ibadah tinggi. Salah satu ibadah yang dianjurkan dalam bulan penuh berkah ini adalah bersedekah. Untuk itu Jakarta Islamic Centre mempromosikan Gemakusi atau gerakan lima bungkus nasi untuk buka bersama di masjid JIC setiap Maghrib.

Hal itu disampaikan KH Ahmad Shodri selaku Kepala Badan Managemen Jakarta Islamic Centre, Jumat (10/9/19).

Dikemukakan KH Ahmad, bahwa setiap hari jamaah yang berbuka puasa di masjid JIC lumayan banyak. Apalagi di akhir pekan jamaah yang hadir bertambah banyak. Untuk itulah pengelola masjid JIC harus menyediakan makanan menu buka puasa yang memadai dan berkualitas. Maka gerakan Gemakusi ini disosialisasikan dan digalakkan.

Muhammad Arif, pencetus ide gerakan Gemakusi sejak lima (5) tahun silam mengungkapkan, Gemakusi berawal dari sebuah kondisi masyarakat yang beranggapan bahwa Masjid JIC milik Pemda DKI Jakarta yang segala kebutuhan sudah dipenuhi, terutama konsumsi penyediaan berbuka bagi Jamaah. Besarnya harapan tidak sebanding lurus dengan kenyataan, yang terjadi tidak tercukupinya jamuan untuk jamaah ketika berbuka puasa, atau masih belum optimal.

"Dari keadaan tersebut saya berfikir mengapa kita tidak melibatkan masyarakat? dari keadaan tersebut tercetuslah sebuah ide Gemakusi (Gerakan Lima Bungkus Nasi) untuk penyediaan hidangan berbuka bagi jamaah," jelas Muhammad Arif.

Lebih lanjut Arif menjelaskan, tujuannya agar terjadi sinergi antara JIC dan masyarakat dalam penyediaan jamuan berbuka. Agar masyarakat merasa memiliki dan tidak malu untuk memberikan hidangan berbuka, sekalipun hanya satu dua bungkus nasi.

Dengan cara itu, masih kata Muhammad Arif, kita bisa menghadirkan banyak donatur. Prinsip yang dikembangkan Gemakusi adalah melipatgandakan donatur, sekalipun dalam bilangan kecil, karena jika itu mampu dihimpun akan menjadi besar.

Umi Nasyita, penanggungjawab Gemakusi menyebutkan, sejauh ini sudah berjalan tahun ke lima. Masyarakat sudah tersosialisasikan dan tergerak untuk ikut menyediakan hidangan berbuka.

"Alhamdulillah masyarakat sudah mulai tersosialisasikan dan tergerak untuk ikut menyediakan hidangan berbuka. Gerakan ini akan terus ditingkatkan agar warga merasa memiliki masjid," jelas Umi.

Disampaikan Umi, sudah tiga hari ini banyak warga yang mengikuti Gemakusi. Alhamdulillah ada yang membawa 10, 20, 50 box nasi. Bahkan ada pengusaha yang bersedakah 150 box. Tapi memang masih kurang, apalagi kalau jamaahnya banyak. Selain hari libur juga nanti di akhir Ramadhan karena banyak yang iktikaf.

"Saya menghimbau kepada warga silakan datang dan antar aja ke JIC makanan yang sudah siap saji ke kami. Pasti akan di distribusikan oleh Remaja Masjid JIC," terang Umi.

Umi menambahkan, sebenarnya JIC juga sudah menganggarkan menu buka bersama melalui APBD, tetapi terbatas sehingga peran serta warga masih sangat dibutuhkan.

Sementara itu, Maesyaroh wanita paruh baya yang bertempat tinggal dibelakang komplek masjid JIC menguku, ia bersama anak-anak setiap hari berbuka puasa di masjid JIC.

"Lumayan untuk mengurangi beban keluarga. Masalahnya suami saya kerjanya serabutan sedangkan anak saya tiga. Sangat membantu saya dan keluarga bisa berbuka di sini. Lagian masakannya lumayan enak dan kenyang lah," pungkas Maesyaroh. (*)

Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com