Selamat Datang!

PHB Tegal Gelar Seminar Nasional, Peran Akuntan di Era 4.0

Himaprodi D3 Akuntansi Politeknik Harapan Bersama Tegal gelar Seminar Nasional Challenging 4.0 With Skills di Aula Gedung C kampus setempat/foto: gendra
TEGALHimpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) D3 Akuntansi Politeknik Harapan Bersama (PHB) Tegal mengadakan Seminar Nasional Challenging 4.0 With Skills, di Aula Gedung C, Kampus 1 Politeknik Harapan Bersama, Selasa (30/4).
Di era Revolusi Industri pekerjaan digantikan oleh robot termasuk dunia akuntansi. Kolaborasi dunia pendidikan dengan dunia bisnis diperlukan untuk menemukan titik temu kebutuhan Sumber Daya Manusia.
“Peran akuntan di era 4.0 yaitu akuntan harus bermitra dengan teknologi. Teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat pengelolaan data dan aplikasi akuntansi," ucap Sudirman Said, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Periode 2014-2016 dalam acara tersebut.
“Seorang akuntan juga harus pandai analisis data, menyediakan wawasan atas data, cek kualitas data, analisis stastitik, dan interpretasi olah data. Dan akuntan sebagai konsultan strategi pengelolaan keuangan perusahaan,” tambahnya.
Kepala Pengembangan Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Tengah, Dr Muhammad Ja'far Shodiq SE SSi MSi Ak CA CSRA ACPA menambahkan, bahwa Revolusi Industri merupakan perubahan besar besaran di berbagai bidang yang dapat mempengaruhi secara mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, budaya dan bahkan politik.
“Dalam dunia pendidikan semua itu juga berkaitan dengan cost of labour, cost of capital, cost of technology oleh sektor industri yang dapat disediakan oleh dunia pendidikan. Agar nantinya Perguruan Tinggi menghasilkan program studi yang bersifat adhoc," kata Muhammad Ja’far.
Hadir dalam acara tersebut Ketua Yayasan Pendidikan Harapan Bersama Khafdillah MS SKom SH MH, Direktur Politeknik Harapan Bersama Mc Chambali B Eng EE MKom, serta Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tegal, Basuki SE MM.
Tidak Jujur Sulit Diperbaiki
Sudirman Said mengaku terinspirasi dari sosok Bung Hatta. Ia percaya bahwa jika kita kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun, jika kita tidak jujur itu sangat sulit untuk diperbaiki.
“Beberapa kasus yang telah lalu Akuntan terlibat kasus korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Auditor Madya pada Sub-Auditorat VII B2 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga Akuntan Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Sidoarjo sebagai tersangka kasus korupsi. Itu sangat memprihatinkan,” ungkapnya.

Sudirman Said menambahkan, bahwa materialisme dan serba mesin telah memacu kita untuk mengesampingkan esensi kemanusiaan.

“Bahkan saat ini kejujuran, keadilan, sensitivitas kemanusiaan yang seharusnya menjadi tema utama penyelenggara negara sedang mengalami penurunan,” tegasnya. (*)

Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com