Selamat Datang!

Kapolda Jateng: Nilai Pancasila Bersumber dari Alquran

Kapolda  Jateng Irjen Pol Dr H Rycko Amelz Dahniel MSi (kanan) bersalaman dengan Sekda Jateng Sri Puryono/foto: istimewa
SEMARANG - Tepat pukul 06.30 WIB, Salat Idulfitri di Lapangan Pancasila Semarang, Rabu (5/6/2019) dimulai.

Bertindak sebagai imam Salat Id adalah KH Zainuri Ahmad Al Hafidz, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qur'ani Kabupaten Semarang.

Sementara, Kapolda Jateng Irjen Pol Dr H Rycko Amelz Dahniel MSi, bertindak sebagai khatib.

Dalam khotbahnya, Kapolda menyampaikan, Pancasila adalah dasar dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila merupakan ekstrak dari nilai-nilai dan budaya bangsa Indonesia.

Sementara sebagai muslim berwarganegara Indonesia, memikul dwi tunggal identitas. Yaitu harus mengamalkan ajaran Alquran dan sebagai rakyat Indonesia harus menjunjung tinggi nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.

"Kita tidak bermaksud menguji ke Islaman Pancasila dengan menghadirkan ayat-ayat legitimasi sebagaimana yang telah banyak dilakukan. Sebaliknya, kita ingin mengatakan bahwa Pancasila adalah sebuah keniscayaan dasar ideologi bangsa," paparnya.

Dengan begitu, Alquran sebagai sumber pertama harus diaktualkan dengan melibatkan nilai dari sila Pancasila, yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan.

Kelima kata kunci dari masing-masing sila ini, imbuhnya, merupakan konteks dan tujuan yang ingin dicapai bangsa Indonesia. Inilah yang dimaksud mendialogkan teks Alquran dan konteks bangsa Indonesia.

Ditegaskan Rycko, kalimat tersebut bukan untuk menundukkan Alquran di bawah bayang-bayang Pancasila, tetapi Alquran tetap menjadi sumber utama. Sedangkan nilai Pancasila sebagai wadah mengaktualkan nilai-nilai Alquran.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono yang menjadi salah satu jamaah Salat Id berpendapat, pernyataan Kapolda Jawa Tengah jelas dan benar. Sila-sila yang dituangkan dalam Pancasila bersumber dari Alquran.

"Kehidupan kita di bumi Pancasila merupakan aktualisasi dari nilai-nilai apa yang terkandung dalam ayat suci Alquran," ujarnya.

Oleh karena itu, masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, mesti mengaplikasikannya dalam kehidupan bernegara dalam rangka menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI, serta merawat kebinekaan.
(*)


Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com