Selamat Datang!

Koperasi Bukan Perusahaan Kere

Dialog interaktif dengan tema Peringatan Hari Koperasi Nasional Tahun 2019 digelar di Studio Mini Kantor Gubernuran, Selasa (2/7/2019)/foto: istimewa
SEMARANG- Koperasi bukan perusahaan kere. Koperasi adalah perusahaan yang sama dengan swasta maupun BUMN yang asetnya juga triliunan.

Hal itu ditegaskan Sekjen Dewan Koperasi Indonesia, Muhammad Sukri dalam acara Dialog Interaktif dengan tema "Peringatan Hari Koperasi Nasional Tahun 2019" di Studio Mini Kantor Gubernuran Jateng, Selasa (2/7/2019).

Menurutnya, gerakan koperasi di Indonesia harus menerapkan teknologi digital. Pada Harkopnas kali ini, semua informasi disampaikan melalui digital yaitu dengan aplikasi My COOP, mulai dari panduan kegiatan, hotel, tempat wisata dan lainnya.

"Hal ini merupakan wujud dari koperasi yang juga peduli terhadap lingkungan dengan menghindari kertas dan sampah plastik," tandas Sukri.

Kepala Dinkop-UKM Jateng, Ema Rachmawati  menjelaskan, koperasi di Jateng sudah mulai bergerak ke arah digital meskipun blm 100 persen. Mulai tahun ini sudah dilakukan pendampingan untuk koperasi provinsi.

"Terdapat 19 koperasi provinsi yang sudah sepakat untuk mulai masuk ke sistem digital. Tak hanya itu, integritas pengurus juga menjadi hal penting untuk memajukan koperasi," terangnya.

Ketua Koperasi Bahtera Pekalongan, Budi Hardiansyah menyatakan bergerak di bidang simpan pinjam dengan jumlah anggota sebanyak 28 ribu. Koperasi Bahtera juga berbasis digital seperti Layanan Keuangan Sekolah yang bisa di cek secara digital, Layanan Corner dan Bahtera Mobile.

"Bahkan sesama anggota bisa saling bertransaksi melalui minimarket-minimarket anggota, seperti isi pulsa, beli tiket, bayar telepon, listrik dan lain sebagainya," ungkapnya.

Direktur PT Tosima (Toko Koperasi Magelang), Sujadi menambahkan, pihaknya membentuk korporasi dari 421 koperasi di Magelang untuk membangun konsep Bisnis Sosial. Kemudian membentuk sebuah PT, dimana prioritas kegiatan usaha korporasi ini mengarah kepada ekonomi kerakyatan, yaitu menjual bahan pokok dengan harga yang lebih murah.

"PT Tosima selama ini juga tidak mengambil untung," pungkas Sujadi. (*)

Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com