Selamat Datang!

DMI Adakan Seleksi Umroh Marbot dan Majelis Taklim di JIC

Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta mengadakan seleksi umroh bagi para marbot dan majelis taklim masjid se DKI Jakarta/foto
JAKARTA- Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta mengadakan seleksi umroh bagi para marbot dan majelis taklim masjid se DKI Jakarta.

Hal itu disampaikan H Ma'mun Al Ayyubi selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia Provinsi DKI Jakarta, ketika di hubungi di kantornya kompleks Jakarta Islamic Centre, (JIC), Rabu (21/8/2019).

Al Ayyubi menyampaikan, bahwa pihaknya sedang menyeleksi para marbot dan pengurus majelis taklim masjid untuk diberangkatkan umroh dari Pemerintah DKI Jakarta, yang anggarannya melalui Dewan Masjid Indonesia DKI Jakarta, dan ada lebih 500 orang peserta yang ikut seleksi.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta, H Ma'mun Al Ayyubi/foto: istimewa
"Proses perekrutannya, setiap pengurus ranting DMI kelurahan mengirimkan calonnya ke DMI Cabang, kemudian dikirim ke DMI Tingkat Kota lalu ke DMI DKI Jakarta. Setelah itu para calon peserta dites tulis dan wawancara tentang keagamaan oleh para penguji," jelas Al Ayyubi.

Lebih lanjut dijelaskan, pada tahun 2019 akan diberangkatkan 432 orang marbot dan pengurus majelis taklim masjid diberangkatkan umroh dengan biaya dari Pemerintah DKI Jakarta. Tahun ini mengalami peningkatan peserta.

"Perlu diketahui bahwa Pemerintah DKI Jakarta memberangkat umroh para marbot pertama kali pada tahun 2014 sebanyak 30 orang, pada tahun 2015 sebanyak 40 orang, lalu pada tahun 2016 sebanyak 50 orang, pada tahun 2017 sebanyak 134 orang, kemudian pada tahun 2018 sebanyak 167 orang," terang Al Ayyubi.

Pada tahun 2019 lebih banyak karena selain marbot masjid, juga pengurus majelis taklim masjid. Para peserta akan mendapat fasilitas koper, tas besar dan kecil, rompi, pakaian ihrom serta uang saku sebesar Rp 2,5 juta.

Pemberangktan umroh akan dilaksanakan pada tanggal 23, 28 Oktober 2019, tanggal 4, 10, 17, 25 dan 29 November 2019 dengan menggunakan jasa 12 travel umroh yang profesional.

"Saya sebagai seorang muslim sangat rindu ke Baitullah. Tapi apa daya. Pernah saya bermimpi diajari thawaf oleh guru saya. Mimpi itu terus terngiang-ngiang sampai sekarang. Ternyata saya mendapat panggilan untuk ikut umroh. Semoga jadi kenyataan," harap Mardan Ayub, seorang marbot masjid Al Fitroh Tambora.

Para peserta sebagian besar orang yang berpenghasilan rendah. Ketika mereka mendapat jatah umroh, hati mereka sangat berbunga-bunga dan sangat bersyukur. Hal yang sulit dibayangkan sebelumnya.

"Dan ini salah satu bentuk perhatian Pemerintah DKI. Tidak hanya bagi ummat Islam, tetapi juga kepada ummat lain seperti Kristen, Hindu, dan Budha," pungkasnya. (*)
Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com