Selamat Datang!

Setelah Jerman dan Jepang, Jateng Gandeng Kanada Kembangkan Pendidikan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menerima kunjungan Duta Besar Kanada untuk Indonesia Peter Mac Arthur di ruang kerja Gubernur Jateng di Semarang/foto: istimewa 
SEMARANG - Setelah Jerman, Jepang dan Australia, Jawa Tengah kini menggandeng Kanada untuk mengembangkan dunia pendidikan. Terlebih Kanada telah memiliki jalinan kerjasama dengan 34 sekolah di seluruh Indonesia.

Beberapa sektor investasi yang ditawarkan Kanada untuk menanamkan modalnya di Jawa Tengah. Di antaranya Pendidikan, energi dan engineering. Namun sesuai program utamanya pada periode kedua ini dan arahan dari Presiden Joko Widodo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan investasi sektor pendidikan yang saat ini paling dibutuhkan.

"Di sektor pembangunan sumber daya manusia. Kanada tertarik untuk investasi pendidikan di Jawa Tengah. Barangkali kerjasama sektor pendidikan dengan Kanada akan jauh lebih baik," kata Ganjar, Selasa (6/8/2019) kemarin.

Tawaran tersebut disampaikan langsung oleh Duta Besar Kanada untuk Indonesia Peter MacArthur saat berkunjung ke ruang kerja Gubernur Jawa Tengah di Semarang. Ganjar mengatakan saat ini kemitraan pengembangan sumberdaya manusia lewat dunia pendidikan telah dilakukan Jawa Tengah dengan menggandeng Jerman, Jepang dan Australia.

"Karena itu sesuai dengan arahan Presiden. SMK kita saat ini telah bekerja sama dengan Jerman, Jepang dan Australia," katanya.

Untuk urusan investasi, Kanada memang bukan termasuk negara papan atas yang menanamkan modalnya di Jawa Tengah. Kanada masih jauh di bawah Jepang, Korsel, Singapura, British Virgin Island dan Malaysia.

Ganjar menjelaskan, pertumbuhan investasi di Jateng setiap tahun tumbuh 51 persen. Pada tahun 2018 capaian investasi di Jateng sebesar 59,27 dari tadget 47,15. Tahun 2017 target 41,7 dan capaiannya 51,54. Pada tahun 2016, targetnya 27,55  sementara capaiannya sebesar 38,18.

"Perkembangan Realisasi investasi, listrik gas air adalah yang terbesar. Kami cukup serius membangun infrastruktur di Jawa Tengah, bandara, pelabuhan. Padatnya DKI, Jabar dan Jatim membuat Jateng sangat potensial. Itulah kenapa banyak calon investor yang datang ke Jateng," katanya.

Alasan utama tawaran investasi di sektor pengembangan sumberdaya manusia yang diberikan Kanada memang berasal dari program Ganjar di Jawa Tengah dan Presiden Joko Widodo di Pemerintah Pusat. Peter MacArthur mengatakan untuk upgrading sumberdaya manusia sektor paling inti memang dunia pendidikan.

"Sesuai mandat presiden, soal pengembangan sumberdaya manusia, Kanada turut ambil bagian," katanya.

Terlebih, lanjut Peter, saat ini Kanada telah memiliki jalinan dengan 34 sekolah menengah kejuruan di seluruh Indonesia. Tiga di antaranya berada di Jawa Tengah. Melihat fokus program pemerintah saat ini, baginya sangat memungkinkan untuk menambah jumlah lembaga pendidikan yang diajak kerjasama.

"Semoga bisa kerjasama dengan mengangkat potensi masing-masing. Sebenarnya hampir sama, antara Kanada dan Jawa Tengah, potensinya sangat besar," kata Peter. (*)


Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com