Selamat Datang!

MPC-ABA Program JIC Cetak Melenial Preneurship

MPC-ABA, program Jakarta Islamic Centre yang mencetak melenial preneurship/foto: istimewa
JAKARTA- Jakarta Islamic Centre (JIC) melalui Divisi Pengembangan Bisnis akan menyelenggarakan kelas MPC ABA (Muslim Preneur Class Abdurrahman Bin Auf) ke 2 di Jakarta Islamic Centre, yang di mulai pada tanggal 19 September 2019.

Pelatihan kelas bisnis MPC ABA merupakan program pembinaan pemuda yang ingin belajar dan memahami ilmu bisnis. Diharapkan output dari program ini menjadikan peserta profesional dan islami dalam menciptakan generasi milenial yang sukses sebagai wirausaha, sekaligus menjadikan usahanya sebagai ladang dakwah.

Diantara tujuannya adalah mencetak pebisnis yang mengerti, sekaligus mempraktekan bisnis islami yang mampu menjadi pioneer pengusaha sukses tanpa meninggalkan prinsip-prinsip ekonomi Islam.

Menurut ketua panitia, Tonny Fathoni ketika dihubungi dikantornya, Kamis (5/9/19), MPC-ABA angkatan pertama telah sukses diikuti 132 peserta. Yang berasal dari pengusaha dan pemula.

"Alhamdullilah, sebagian dari mereka yang telah lulus kemarin, saat ini ada yang sudah mulai terjun dibidang usahanya, dan ada juga memilih hijrah bisnisnya ke arah bisnis yang lebih syar'i, untuk itu kita optimis melanjutkan kembali kelas bisnis agar kedepan generasi muda bisa profesional dalam menjalankan bisnisnya," paparnya.

Rusdy selaku Kepala Divisi Bisnis mengemukakan, rencananya program ini dimulai pada tanggal 19 September 2019 sampai 8 Desember 2019 dengan pemateri dari kalangan profesional bisnis, komunitas bisnis, dan alumni MPC ABA 1 yang telah mendapatkan sertifikasi coaching bisnis dengan metode pembelajaran terdiri dari 30 persen teori dan 70 persen praktek.

"Materi yang akan di ajarkan adalah membangun pondasi bisnis syariah, teknik marketing, presentasi bisnis, dan lainnya. Tujuannya adalah membuka cakrawala generasi muda, yang saat ini dituntut untuk lebih berperan dan turut menentukan perkonomian umat di masa datang.," kata Rusdy, menjelaskan.

Semua itu, lanjutnya, bermuara kepada prinsip prinsip ekonomi Islam sebagaimana yang di amanahkan Alquran dan Hadits, serta meneladani para pebisnis ulung sahabat Rasulullah, mulai dari Umar bin Khattab, Usman bin Affan sampai Abdurrahhman bin Auf.

"Sebagai muslim. Kita tidak perlu latah pada prinsip ekonomi yang ditawarkan zaman. Prinsip ekonomi yang malah menjauhkan kita dari prinsip keislaman. Membuka jalan saling menzolimi, mencederai azas keridhoan antar pelaku transaksi, bahkan menjerat pelaku usaha dalam akad yang mengesampingkan tuntunan islam," tegasnya.

Harapannya, program ini mungkin tidak memberikan garansi peningkatan penjualan yang signifikan, juga tak menjamin perolehan laba usaha yang berlipat. Tapi justru, disinilah Jakarta Islamic Centre melalui Divisi Bisnis, mengajak semua, bersama sama memaksimalkan keberkahan dalam setiap rupiah yang dihasilkan dari usaha dan bisnis yang dijalankan.

"Karena rezeki yang bersumber dari ladang yang halal dan berkah akan menurunkan keridhoan Allah SWT, puncak ikhtiar kita sebagai hamba di bumi Allah, Zat yang Maha Kaya," pungkasnya.

Sementara, Kepala Seksi Fasilitasi Jakarta Islamic Centre, Eko Budi Riyanto menambahkan, dengan kegiatan ini akan tercipta para pengusaha muslim yang handal.

"Mereka tentunya akan menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak mungkin. Dampaknya membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran," tandasnya. (*)
Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com