Selamat Datang!

Enabling Environment IDSD Jateng, Pemkab Pekalongan Raih Peringkat Dua

Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi SE MSi (kanan) menerima penghargaan atas prestasi kinerjanya dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan/foto: istimewa
KAJEN - Kabupaten Pekalongan kembali memperoleh anugerah penghargaan atas prestasi kinerjanya dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan.

Kali ini Kabupaten Pekalongan mendapatkan peringkat ke-dua se-Jawa Tengah dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) kategori Enabling Environment dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Kepala BAPPEDA Jawa Tengah, DR Prasetyo Aribowo SH M Soc SC kepada Bupati Asip Kholbihi SH MSi bersama Kepala Daerah lainnya pada acara Semiloka Nasional "Penguatan Inovasi menuju Daya Saing dan Kemandirian Bangsa” pada Kamis, (28/11) di Hotel Best Westernt, Solo Baru.

Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) adalah model/metode pengukuran potensi dan kinerja pemerintahan daerah yang dikembangkan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Pengukuran IDSD meliputi 4 Aspek yaitu Enabling environment (Penguat), Market (Pasar), Sumberdaya Manusia dan Ekosistem Inovasi. 4 Aspek tersebut dilengkapi dengan 12 pilar, 23 Dimensi dan 78 indikator, yang dilaksanakan setiap tahun melalui pengisian assessment pada setiap daerah di seluruh Indonesia.

Hasil pengukuran IDSD adalah menggambarkan produktivitas, kemajuan, persaingan dan kemandirian suatu daerah.

Kabupaten Pekalongan pada IDSD tahun 2018 menempati posisi terbaik di tingkat Provinsi Jateng pada Aspek Market (pasar) yang meliputi efisiensi pasar, ketenagakerjaan, aspek keuangan, dan ukuran pasar. Hasil tersebut menggambarkan bahwa Kabupaten Pekalongan unggul pada aspek tersebut.

Pada IDSD tahun 2019 di tingkat Provinsi Jateng Kabupaten Pekalongan menempati posisi kedua pada aspek enabling environment (penguat) yang meliputi pilar Kelembagaan, Infrastruktur dan Perekonomian Daerah.

Pilar kelembagaan meliputi dua dimensi yaitu tata kelola pemerintah dan keamanan serta ketertiban. Pilar infrastruktur meliputi dua dimensi yaitu air bersih serta kelistrikan dan transportasi (jalan,jembatan, dll). Pilar Perekonomian Daerah meliputi dua dimensi yaitu keuangan daerah dan stabilitas ekonomi.

Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Pekalongan dapat mengelola aspek tersebut dengan baik dibandingkan beberapa Kabupaten/Kota lainnya di Lingkungan Provinsi Jawa tengah.

Dalam tanggapannya terkait makna strategis penghargaan pasca penganugerahan, Bupati Asip Kholbihi mengutarakan bahwa penghargaan adalah masalah persepsi dan pengakuan pihak luar terhadap kinerja yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Namun, menurutnya, yang lebih penting dan esensial adalah bagaimana hasil kinerja pemerintah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Kita bersyukur atas anugerah ini dan saya mengimbau kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan untuk memaknai penghargaan ini sebagai penambah motivasi untuk terus mengembangkan inovasi-inovasi di semua sektor, karena inovasi merupakan salah satu "kunci" percepatan dalam meningkatkan  kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan," ungkap Bupati Asip Kholbihi, yang segera meninggalkan acara setelah penyerahan penghargaan, karena pada hari yang sama malam harinya orang nomer satu di Kabupaten Pekalongan tersebut akan menjadi salah satu Panelis bersama Menteri Dalam Negeri sekaligus menerima Penghargaan dari lembaga kridebel Katadata terkait Kinerja dan Efektifitas Pengelolaan APBD, di Ballroom Djakarta Theater XXI.(*)
Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com