Selamat Datang!

Pemkot Tegal Periodesasi Pertama RPJMD Tahun 2019-2024

Wakil Walikota Tegal M Jumadi bersama Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro didampingi Wakil Ketua DPRD Habib Ali ZA dan Wasmad Edi Soesilo/foto: istimewa
TEGAL- Penataan wajah kota dan peningkatan perekonomian masyarakat serta daya saing daerah mejadi fokus Pemerintah Kota Tegal pada periodesasi pertama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tegal Tahun 2019-2024 di bawah kepemimpinan Walikota Tegal Dedy Yon Supriono SE MM dan Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi ST MM.

Hal itu disampaikan Muhammad Jumadi pada Rapat Paripurna dengan Agenda Penyampaian Penjelasan Walikota Tegal atas Nota Keuangan Raperda Kota Tegal Tentang APBD Kota Tegal Tahun Anggaran 2020 di Gedung DPRD Kota Tegal, Rabu (13/11).

“Saya sampaikan bahwa tahun 2020 merupakan tahun pertama kami pada periodesasi RPJMD Kota Tegal tahun 2019-2024, dan penataan wajah kota, peningkatan perekonomian masyarakat serta daya saing daerah menjadi prioritas kegiatan Pemerintah Kota Tegal di Tahun 2020," katanya dihadapan anggota DPRD Kota Tegal.

Karena itu kata Jumadi, kebijakan tahun 2020 akan diarahkan pada kegiatan seperti pembangunan dan penataan infrastruktur kota guna memenuhi kebutuhan dasar serta mendukung peningkatan perekonomian masyarakat, peningkatan kualitas hidup dan kapasitas sumber daya manusia Kota Tegal, penguatan daya saing ekonomi daerah khususnya pada sektor pariwisata, penanggulangan kemiskinan, serta pemantapan tata kelola pemerintahan dan kondusifitas wilayah.

Sementara itu, terhadap arah kebijakan yang ditempuh dalam penyusunan Raperda Kota Tegal Tentang APBD Tahun Anggaran 2020 dijelaskan Jumadi hal itu meliputi optimalisasi pungutan pendapatan asli daerah, peningkatan ketrampilan dan pengetahuan serta profesionalisme sdm aparatur, peningkatan kerjasama dengan instansi terkait dalam rangka optimalisasi penerimaan dana bagi hasil pajak/bukan pajak, Inventarisasi dan optimalisasi serta pemberdayaan aset daerah, meningkatkan kualitas managemen aset daerah, optimalisasi bumd, serta penyempurnaan dasar hukum pungutan.

Adapun dalam hal kebijakan belanja daerah diarahkan pada peningkatan proporsi belanja yang memihak kepentingan publik disamping tetap menjaga eksistensi penyelenggaraan pemerintahan. Belanja daerah dikatakan Jumadi, tetap mengedepankan efesiensi dan efektivitas sesuai prioritas yang diharapkan dapat memberikan dukungan program-program strategis daerah.

Terkait dengan kebijakan umum pembiayaan daerah, bahwa dalam penerimaan pembiayaan daerah digunakan perkiraan silpa tahun sebelumnya untuk menutup defisit dan pengeluaran pembiayaan digunakan untuk penyertaan modal / investasi pemerintah daerah sesuai dengan perda tentang penyertaan modal / investasi pemerintah daerah.

Secara garis besar Raperda Kota Tegal Tentang APBD Kota Tegal Tahun Anggaran 2020 yakni Anggaran Pendapatan direncanakan sebesar Rp.1.125.925.341.000,- Anggaran Belanja direncanakan sebesar Rp.1.271.699.856.000,- Defisit Anggaran sebesar Rp.145.774.515.000,-. Adapun rincian rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Tegal Tahun Anggaran 2020 yakni Pendapatan daerah pada tahun anggaran 2020 direncanakan sebesar Rp.1.125.925.341.000,- terdiri dari pendapatan asli daerah direncanakan sebesar Rp.325.967.325.000,- Dana Perimbangan direncanakan sebesar Rp. 702.011.544.000,- dan lain-lain pendapatan daerah yang sah direncanakan sebesar Rp. 97.946.472.000,-.
Secara umum anggaran belanja daerah pada tahun anggaran 2020 direncanakan sebesar Rp.1.271.699.856.000,- terdiri dari belanja tidak langsung direncanakan sebesar Rp.473.745.518.000,- dan belanja langsung direncanakan sebesar Rp.797.954.338.000,-
Sementara itu, Anggaran Pembiayaan Daerah pada tahun anggaran 2020 terdiri dari Penerimaan pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp. 165.412.515.000, serta Pengeluaran pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp.19.638.000.000,- (*)
Share this post :
 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com