Selamat Datang!

Rusunami di Tegal Sesuai Paris Agreement 2030

Rumah Susun Sederhana Milik (rusunami) hasil kerjasama Pemkot Tegal dan JICA sudah sesuai dengan Paris Agreement 2030/foto: istimewa
TEGAL (ranahpesisir.com)- Pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Tegal dengan Japan International Coorporaton Agency (JICA) sebagai Pilot Project Rumah Susun low-emission sudah sesuai dengan Paris Agreement 2030.

“Ini sudah terbukti di Tegal, bahwa rusunawa sudah support Paris Agreement 2030 atau low carbon untuk mengurangi penggunaan energi dengan sirkulasi udara yang baik,” ungkap Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi ST MM, saat mendampingi tim dari JICA berkunjung ke Rusunami, Rabu (22/01/2020).

Dari JICA terdiri dari tujuh orang yakni Takatoi Shunsuke, Senior Representative, JICA Indonesia, Sawayama Yuka, JICA Head Office, Japan, Dr Kubota Tetsu, Hiroshima University, Dr Inoue Yoichi dan Mr Suzuki Tetsuya, Consultant, Dr Tsutsumi Atsushi, University of Tokyo dan Ms Sawatari Miku, JST.

Tim dari Jepang juga didampingi dari LAPI ITB yakni Direktur Logistik LAPI ITB, Dr Dewi Larasati dan Mechanical Engineer dari LAPI ITB, Ir Erwin. Sementara Wakil Walikota didampingi oleh Kepala Disperkim Kota Tegal Ir Eko Setyawan. Sebelumnya Walikota Tegal H Dedy Yon Supriyono SE MM bertemu dengan Tim dari JICA di Rumah Makan Tempoe Doeloe.

Disebutkan Jumadi, terwujudnya pilot project Rusunami di Kota Tegal merupakan kolaborasi yang baik antara Pemerintah Jepang dengan Pemerintah Daerah serta Perguruan Tinggi yang bersama-sama bersinergi melaksanakan kerja sama mewujudkan cita-cita bersama.

“Ini pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Jepang dengan Pemerintah Daerah dalam rangka bersinergi, untuk sama-sama menginisiasi, mengimplementasikan apa yang diharapkan Paris Agreement. Bukan hanya meeting MoU tapi ini real,” ungkap Jumadi.

Dengan terwujudnya Rusunami dengan empat lantai berisi 12 unit itu dikatakan Jumadi boleh untuk dishare kepada Pemerintah Daerah lain di seluruh Indonesia untuk melihat apa yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Lokal dan Pemerintah Jepang dan Perguruan Tinggi.

Apalagi project pilot ini merupakan yang pertama kali di Indonesia, bahkan diklaim pertama kali di dunia. Jumadi juga mengucapkan selamat untuk masyarakat Kota Tegal dan selamat menikmati. Jumadi berpesan agar dijaga baik-baik semuanya untuk masyarakat Kota Tegal.

“Ini yang pertama kali di Republik ini ya di Kota Tegal ini,” ungkap Jumadi yang mengapresiasi tim dari Jepang, semoga bisa bersinergi, berkolaborasi dan terus mengembangkan di project yang akan datang.

Sementara itu, Dr Kubota mengatakan kelebihan dari Rusunami yang dibangun telah sesuai dengan Paris Agreement. Namun untuk memperoleh efektifitas dalam penggunaan energi, Dr Kubota bersama tim akan membangun kembali Rusunawa yang terdiri dari 12 unit namun memiliki desain apartemen yang dimodifikasi kembali.

“Kedepan kita akan menggunakan teknik cooling supaya mendapatkan energy dan sirkulasi udara yang baik. Sekitar 30-40% kita dapat mengurangi carbon setiap tahunnya tergantung kondisi penggunaan energi,” ungkap Kubota.

Dituturkan Kubota, timnya memilih Kota Tegal karena memiliki cuaca yang sangat cocok untuk diterapkan pilot project ini.

Dewi Larasati juga menjelaskan mengenai keunggulan Rusunami dengan adanya passive cooling yakni bagaimana tanpa alat angin masuk ke ruang-ruang dengan baik sehingga temperatur di luar dan di dalam ada perbedaan.

“Pintu dan jendela dengan desain yang spesifik. Kita juga memanfaatkan selain pintu dan jendela juga sistem langit langit dan lantai. Tinggi bangunan di ukur bagaimana udara keluar masuk atas ke bawah ke belakang dan kita pasang fan yang energinya kecil dibanding dengan AC,” jelas Dewi.

Ditekankan Dewi, dari riset yang dilaksanakan di rusunami tersebut, diperlukan data data iklim untuk beberapa tahun kedepan. Selain diperlukan kerja sama ama dengan berbagai pihak (interdisiplin) untuk berkolaborasi.

"Tidak mungkin satu prototype yang baik dilakukan dengan satu dua entitas saja, tetapi berkolaborasi bersama-sama multi disiplin sehingga sehingga hasilnya maksimal,” sebutnya.

Sementara terkait akan dibangun kembali prototype rusunawa pada tahun 2020-2023, Dewi menyebutkan akan diujicoba manakah prototype terbaik.

“Nanti akan diuji coba dan dibangun yang baru berdasarkan hibah. Akan dilakukan uji terlebih dahulu coba selama dua tahun dengan perlakuan desain yang berbeda, spefisikasi yang berbeda dan telah ditentukan masing-masing variabelnya,” jelas Dewi.

Pembahasan mengenai pembangunan prototype rusunawa tahun 2020-2023 dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai I Gedung Setda Kota Tegal pada Rabu (22/01/2020) sore harinya yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Tegal, JICA bersama timnya, LAPIITB, Kepala OPD di Lingkungan Pemkot Tegal. (*)
Share this post :

RANAH NEWS

Berita Populer

Statistik

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com