Selamat Datang!

Bupati Pekalongan: Tidak Ada Lagi Dikotomi Sekolah Swasta dan Negeri

Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi/foto: istimewa
KAJEN (ranahpesisir.com)- Dalam rangka mengembangkan kualitas pendidikan, Yayasan Madrasah Islamiyah (YMI) Wonopringgo Kabupaten Pekalongan mengadakan kegiatan Sarasehan Pendidikan dengan tema 'Mengembangkan Pendidikan yang Integratif, Berkualitas dan Berkarakter' di gedung SMA Islam YMI Wonopringgo, Minggu (1/3/2020) pagi.

Sarasehan pendidikan tersebut menghadirkan narasumber Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi SH MSi, Anggota DPR RI Komisi X Drs H Bisri Romly MM, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah H Sukirman SS, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra Hj Hindun MH, Ir H Khirzudin Basyar (Direktur Perusahaan Swasta Nasional) dan H Chusni Mubarok (Pertamina Pusat).

Bupat Pekalongan KH Asip Kholbihi dalam sambutannya menerangkan bahwa sebagai insan pendidikan harus terus-menerus menjawab tantangan zaman, agar pendidikan yang sudah diwariskan oleh para leluhur, bisa menjawab tantangan zaman sehingga tambah maju.

"Pemerintah, dalam hal ini sekarang sudah tidak ada lagi dikotomi antara sekolah swasta dan sekolah negeri," jelas Bupati.

Dikotomi ini, menurut Bupati, pelan-pelan sudah hilang sehingga sekarang semuanya tergantung dari pengelola sekolah. Kumpulan kompetitif dan komparatif yang dimiliki oleh sebuah yayasan adalah sebuah jawaban.

"Kangge nopo? Kangge menarik minat orang tua murid untuk menyekolahkan anaknya," jelasnya.

Dikemukakan, sekolah SD/MI, SMP/MTs pada faktanya lebih unggul dibanding SD Negeri. Ini terjadi di beberapa daerah.

"Kita beri kesempatan lembaga-lembaga swasta untuk berkembang secara lebih dinamis dengan syarat harus mampu menjawab tantangan zaman. Kebijakan Pemkab Pekalongan sudah membuat kebijakan yang pro sekolah swasta. Hari ini pemerintah memberikan insentif guru swasta yang di sekolah swasta untuk 3857 orang," terangnya.

Kemudian kesejahteraan guru swasta di sekolah negeri untuk 1913 orang. Penerima beasiswa mahasiswa ada 200 orang. Penerima KKJ 769 orang, kemudian penerima operasional kudu sekolah 700 orang.

"Sehingga ada 14.279 orang yang hari ini kita akirmasi politik untuk penguatan pendidikan di Kabupaten Pekalongan. Angkanya lumayan. Untuk wiyata bakti saja, sekarang nilainya 12 mIlyar lebih. Untuk guru swasta, nilanya 11 milyar lebih. Kemudian untuk mahasiswa sebesar 1 milyar, " paparnya.

Bupati menilai kualitas YMI Wonopringgo saat ini sudah bagus tinggal ditingkatkan, karena sekarang pemerintah sudah tidak melakukan lagi apa yang dulu menjadi semacam dikotomi antara sekolah negeri dan swasta.

"Sekarang sudah hilang atau mencair. Tinggal supaya bisa dipercaya masyarakat, karena sudah punya pangsa pasar maka YMI harus meningkatkan diri," katanya.

Bupati berharap agar pemerintah dan swasta melakukan sinergi, saling melengkapi, bahu membahu untuk bersama sama memajukan pendidikan Kabupaten Pekalongan.

"Pemerintah dan swasta adalah dua mata keping yang tidak bisa dipisahkan. Kalau kita ke luar negeri, kontribusi swasta terhadap pengembangan dan kemajuan pendidikan, menyumbang hampir 70 persen," pungkasnya. (*)
Share this post :

RANAH NEWS

Berita Populer

Statistik

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com