Selamat Datang!

Camat Ulujami Pemalang Pastikan Semua Desanya Aman

Pemerintah Kecamatan Ulujami merupakan salah satu lokasi video conference yang dihadiri Camat, Kapolsek, Danramil, dokter Puskesmas dan para Kades diwilayah setempat
PEMALANG (ranahpesisir.com)- Bertambahnya pasien yang positif dan meninggal dunia dalam pandemi covid-19 di Indonesia membuat pemerintah daerah semakin meningkatkan kewaspadaan. Bahkan, dari pihak kepolisian setiap malam aktif melakukan kegiatan patroli menyisir kerumunan yang disebut-sebut sebagai penyebab utama cepatnya penyebaran virus.

Untuk memastikan kabar seputar wabah covid-19, Pemerintah Kabupaten Pemalang mengadakan Video Conference dalam rangka sinkronisasi dan integrasi data penyebarluasan informasi pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid-19, Kamis (2/4/2020). Kegiatan tersebut diadakan di pendopo Kabupaten Pemalang, RSUD M Ashari, serta 14 titik di setiap kantor Kecamatan.

Kantor Kecamatan Ulujami merupakan salah satu lokasi video conference tersebut, setelah sempat menjadi sorotan publik dengan adanya warga ber-KTP Jakarta yang dimakamkan di Ulujami, tepatnya di Desa Kertosari atas permintaan keluarga yang bersangkutan.

Acara ini juga dihadiri oleh Kapolsek, Danramil, serta dokter puskesmas daerah setempat. Acara diawali dengan pembahasan APBD yang digelontorkan masing-masing desa dalam rangka penanggulangan covid-19. Selanjutnya, Yanuar Nitbani selaku Camat Ulujami memberikan kesempatan para Kepala Desa untuk menyampaikan aspirasinya.

"Bagaimana jika saya menutup gang-gang tikus, karena desa saya berbatasan langsung dengan Kota Pekalongan, tanya Dahuri selaku Kades Samong.

Camat Ulujami terkait melarang adanya penutupan jalan. "Jangan sampai ada kepala desa yang melakukan lockdown atau penutupan jalan jika belum mendapat instruksi dari Bupati," tegasnya.

Kemudian keluhan datang dari Abdul Hamid, Kepala Desa Kertosari. Ia mengungkapkan bahwa warganya mendapat perlakuan rasis dari warga desa lain, setelah adanya warga ber-KTP Jakarta yang dimakamkan di TPU desanya.

"Saya memohon kepada para kepala desa yang ada di Kecamatan Ulujami untuk memberi edukasi kepada warganya agar tidak mengucilkan warga Desa Kertosari karena kasus kemarin," kata Camat kepada para kepala desa yang hadir.

Setelah mengadakan rapat dengan para tokoh masyarakat desa setempat, disepakati bahwa warga mengizinkan pemakaman tersebut yang merupakan permintaan dari keluarga jenazah serta didasari rasa kemanusiaan.

Prosesi pemakaman pun sesuai dengan SOP, mobil ambulance tidak melewati jalur padat penduduk saat menuju TPU, bahkan hingga hari ini warga Desa Kertosari masih aman, tidak ada yang tertular virus dan masyarakat masih melakukan aktifitas seperti biasanya.

Adanya isu ini, Abdul Kholik SH selaku Kapolsek Ulujami memberikan arahannya kepada para kepala desa.

"Pemerintah desa harus menenangkan warganya agar tidak panik, dan jangan menjadi kompor dengan adanya kasus seperti ini," tandas Kapolsek.

Kemudian di akhir acara Danramil Ulujami mengajak kepada semua untuk bersama-sama melakukan langkah pencegahan penyebaran virus.

"Kita harus saling bergotong-royong dalam menghadapi situasi ini, Koramil juga turut berupaya melakukan langkah pencegahan penyebaran virus," tambahnya.

Yang pasti belum diketahui kapan pandemi ini akan berakhir, masyarakat yang kian meningkatkan kewaspadaan diharapkan untuk tidak panik dan paranoid (ketakutan yang berlebihan).

Selama masyarakat mau mengikuti aturan dan kebijakan pemerintah serta menjalankan pola hidup sehat, maka rantai penularan virus ini dapat diputus dan pandemi ini akan segera berakhir (eriko gd)
Share this post :

RANAH NEWS

Berita Populer

Statistik

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com