Selamat Datang!

Ramai tagar #BupatiKlatenMemalukan di Twitter

Hand Sanitizer yang ramai menjadi trending topic dengan tagar #BupatiKlatenMemalukan/foto: istimewa
Kemarin jagad twitter sempat diramaikan dengan tagar #BupatiKlatenMemalukan. Bukan tanpa sebab, ternyata tagar yang menjadi trending topic tersebut disebabkan temuan warganet mengenai bantuan hand sanitizer yang diduga berasal dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Sosial, yang ditimpa stiker bergambar Bupati Klaten, Sri Mulyani.

Tentunya temuan ini menimbulkan kecurigaan warganet terhadap Sri Mulyani yang bisa dikata mencari kesempatan dalam kesempitan. Bahkan salah satu warganet dengan nama akun @lulumleliana melaporkan hal ini kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan mention ke akun twitternya @ganjarpranowo.

"Pangapunten nggih, Pak. Kulo mention malih @ganjarpranowo
Monggo ditegur ataupun diberi tindakan agar beliau tidak menggunakan kesempatan kampanye dalam kesempitan," kata @lulumleliana dalam mentionnya kepada Ganjar.

Tak disangka, ternyata Ganjar Pranowo membalas cuitan warganet tersebut dengan mencantumkan akun @YaniSunarno yang merupakan akun Bupati Klaten, Sri Mulyani.

"Injih, sy kasih peringatan! cc @YaniSunarno," balas Ganjar.

Menyusul balasan sang Gubernur, akhirnya Sri Mulyani memberikan klarifikasinya atas temuan warganet dalam akun twitter pribadinya @YaniSunarno.

"Kpd seluruh netizen,
Saya sampaikan terimakasih atas saran, kritik dan masukannya
Berkaitan dgn bantuan handsanitizer kpd masyarakat,
Saya sampaikan permohonan maaf atas kesalahan yg terjadi di teknis lapangan. Tidak ada maksud menumpangi atau mengambil keuntungan pribadi,
karena selain mendapat bantuan dr kemensos, saya jg membuat bantuan handsanitizer sendiri yg memang ada stiker dr saya. Sedangkan untuk bantuan sembako yg saya serahkan di kantor DPC adalah dana pribadi saya selaku ketua DPC PDI P kab klaten.

Sekali lagi saya sampaikan permohonan maaf atas peristiwa yg tdk mengenakan ini.

Terimakasih," terang Sri Mulyani. (eriko)
Share this post :

RANAH NEWS

Berita Populer

Statistik

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com