Selamat Datang!

Bung Gadro: "Prinsipnya Pusaka Peninggalan Leluhur Jangan Sampai Keluar dari Nusantara"

Konseptor dan penyelenggara Milad 1 Tahun Paguyuban Pecinta Keris Tegal R Bayu Hendra Setiawan SE SH (Bung Gadro) menegaskan pada prinsipnya pusaka peninggalan leluhur jangan sampai keluar dari nusantara, Sabtu (22/8/2020)/foto: muh aksan
SLAWI (ranahpesisir.com)- Sebanyak 11 Paguyuban dan 9 Pembursa Tosan Aji se Jateng dan sekitarnya menghadiri acara peringatan Milad 1 tahun Paguyuban Pecinta Keris Tegal (PPKT) yang dilaksanakan di Trasamart Co-working space Taman Rakyat Slawi (Trasa), Sabtu (22/8/2020).

Ucapan selamat datang dari berbagai kalangan, dalam sambutan perwakilan tamu undangan penasehat senapati nusantara, mengucapkan congratulations dan memberikan applause.

Ustd Rifqon menyatakan, acara milad paguyuban tosan aji, baru menjumpai yang semeriah ini seperti yang diiselenggarakan PPKT.

"Semoga menginisiasi seluruh paguyuban tosan aji diseluruh nusantara," ujar Ustd Rifqon.

Sementara, R Bayu Hendra Setiawan SE SH konseptor dari penyelenggaraan Milad 1 tahun Paguyuban Pecinta Keris Tegal yang ramah disapa Bung Gadro menyampaikan, bahwa dari informasi yang diperoleh serta dihimpun oleh panitia, jumlah pemaharan tosan aji seperti keris dan tombak serta transaksi penjualan seperti rangka, gagang, mendak, selut, pendok dan landean tombak tercatat tembus sekitar Rp 276 juta.

Bung Gadro juga memberi closing statemen, bahwa menghadapi disintegrasi bangsa yang akhir akhir ini semakin mengkhawatirkan dan acapkali membawa kita dalam situasi yang tidak menguntungkan, komunitas kebudayaan harus bisa menjadi pelopor sebagai garda terdepan dan mengambil peranan untuk mengembalikan khitah kita sebagai Negara yang memiliki keanekaragaman budaya.

Saat disinggung terkait pembursa dari wilayah Tegal dan sekitarnya, Bung Gadro mengutarakan, bahwa penyebutan pemaharan adalah etika.

"Pembursa dari wilayah Tegal dan sekitarnya kalau disebutkan itu etika, karena pemaharan sebenarnya dilarang dan itu tidak boleh, sesuai yang dijelaskan dalam Undang Undang tentang Benda Kecagarbudayaan," jelasnya.

Bung Gadro lalu menyebut pusaka jenis Megantoro dan Nogososro. Megantoro TUS tangguh Majapahit dan Nogososro Kamarogan Mataram awal. Tombaknya tombak Korowelang estimasi Majalahit akhir.

"Prinsipnya agar pusaka peninggalan leluhur tetap dipertahankan jangan sampai keluar dari nusantara ini," lanjut Bung Gadro, menegaskan.

Bung Gadro menambahkan, paska Jokowi menjabat ada sekitar ratusan ribu bilah keris disita dan dikembalikan ke Indonesia. (MA/*)
Share this post :

RANAH NEWS

Berita Populer

Statistik

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com