Selamat Datang!

Pemkab Brebes Dukung Publikasi TMMD Reguler Angkat Potensi Wisata Purbakala dan Maribaya

Sekda Brebes Djoko Gunawan/foto: aan
BREBES (ranahpesisir.com)- Sekda Kabupaten Brebes, Ir Djoko Gunawan MT menyatakan sangat mendukung sekali adanya pembangunan lintas sektoral melalui TMMD Reguler 109 Kodim 0713 Brebes untuk membangun infrastruktur berupa jalan di salah satu dusun yang terisolasi di Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

“Ada sebanyak 100 KK di Dusun Kedung Kandri, Desa Kalinusu, yang selama ini harus menyeberang Kali Pemali dengan rakit, dan memutar melewati sejumlah desa di wilayah Kecamatan Bantarkawung dan Kecamatan Bumiayu, hanya untuk ke kantor desa,” ujarnya di ruang kerjanya, Selasa (16/9/2020).

Menurutnya, pemilihan Kalinusu sebagai sasaran TMMD Reguler, sangat tepat sekali guna menciptakan wisata pertanian di tanah bengkok desa yang akan dilewati jalan TMMD, dan juga mengambangkan sejumlah potensi wisata yang ada di Dukuh Maribaya, yakni wisata peternakan berupa Padang Penggembalaan Sapi Jabres Maribaya seluas 104 hektar, wisata pertanian terpadu, serta wisata offroad yang memacu adrenalin karena melewati sungai dan hutan belantara.

“Selain di Desa Kalinusu, adanya publikasi kegiatan TMMD yang juga mengangkat segenap potensi wisata di desa dan kecamatan tetangganya, yaitu Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, jelas akan lebih memberikan edukasi kepada masyarakat umum tentang adanya fosil manusia purba homo erectus arkaik, dimana usianya lebih tua 300 tahun dari situs yang ada di Sangiran, Sragen, yang berumur 1,5 juta tahun,” terangnya.

Situs di Bumiayu ini menunjukkan adanya fauna tertua di Pulau Jawa, yakni periode 2 juta tahun lebih, sehingga sangat mungkin jika manusia purba yang hidup saat itu juga lebih tua jika dikaitkan dengan fauna tersebut.

Keberadaan situs Bumiayu ini telah lama menjadi obyek penelitian para ahli purbakala di kurun waktu 1920-an. Walaupun berhenti, namun semenjak ditemukannya kembali fosil-fosil kayu (2013), batu akik (2014), dan terakhir berupa hewan (2015).

Sementara di tahun 2017, masyarakat menemukan bagian dari fosil manusia purba tersebut berupa tulang batok kepala, rahang dan akar gigi, sehingga tanda-tanda adanya manusia purba juga mulai memperlihatkan titik terang.

“Sebelum berkunjung ke wisata pertanian dan peternakan di Maribaya, wisatawan disuguhi wisata purbakala di Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong. Ini merupakan satu jalur/link wisata,” tandasnya.

Untuk itulah Pemkab Brebes sedang mendesain adanya museum kepurbakalaan yang direncanakan akan dimulai tahun 2021, dengan anggaran total senilai Rp. 3 milyar secara bertahap, guna mewadahi penemuan fosil-fosil di Sungai Cisaat, Bumiayu, maupun Candi Gagang Golok, di Dukuh Kali Puncung, di areal Perhutani Pekalongan Barat. (Aan)
Share this post :

RANAH NEWS

Berita Populer

Statistik

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com