Selamat Datang!

Forkopimda Minta Apindo dan Serikat Pekerja se Pemalang Tidak Ikut Unjuk Rasa.

Forkopimda Kabupaten Pemalang minta Apindo dan serikat pekerja/buruh se Kabupaten Pemalang tidak ikut unjuk rasa/foto: uripto gd
PEMALANG (ranahpesisir.com)- Demo besar-besaran yang akan di lakukan para buruh dan pekerja pabrik menentang Undang Undang Cipta Kerja dengan cara mogok kerja serentak cukup membuat pihak pemerintah was was. Apalagi di tengah mewabahnya virus Corona dan morat maritnya sendi perekonomian.

Terkait diatas Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang bersama Forpimda meminta kalangan dunia usaha, khususnya APINDO dan para buruh serta pemilik pabrik agar turut menjaga kondusifitas Kabupaten Pemalang.

Sebagai langkah nyata, Forpimda mengadakan pertemuan pada hari Jumat 2 Oktober 2020 dimulai pukul 13.55-15.00 WIB bertempat di RM Ayam Gepuk Jl. Jendral Sudirman No.2 Wanarejan Selatan Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang telah dilaksanakan kegiatan Silaturahmi Forkopimda Kabupaten Pemalang dengan Apindo dan Serikat Pekerja/Buruh se Kabupaten Pemalang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pemalang DR H Junaedi SH MM, Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Irvan Christian Tarigan SIP MHan, Kapolres Pemalang AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho SIK MSi, Kepala Disnaker Kabupaten Pemalang Drs Mukminun MM, Ketua Apindo Kabupaten Pemalang Edi Susilo, Manager PT Mega Putra Garment Voltiano, Perwakilan HRD PT Daiwabo Garment Pemalang Jamilah, Manager PT Cosmoprof Indokarya Sodik, Manager PT Multi Karya Garmen Basyik, Manager PT Candi Mekar Adi T Wijaya, PT Casuarina Setiawan, HRD PT Dwi Bintang Global Kholimah, Owner PT DBG Dina Setiana, Ketua SP PT Candi Mekar Asrofi, Ketua SP PT DBG Wakhyono, Ketua SP PT Philips Sea Food Nurkholis, Ketua SPSI Pemalang Suharjo.

Acara diisi dengan Pembukaan, Doa, Menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan dari Dandim 0711 Pemalang, Kapolres Pemalang dan Bupati Pemalang, Penyataan sikap, Penandatanganan Pernyataan Sikap serta ramah tamah.

Dandim 0711/PML dalam sambutannya menegaskan bahwa
Kodim menginginkan di Pemalang situasinya kondusif.

"Kami dari Kodim mengajak semua menjaga kondusifitas, mari bersama-sama dari Apindo maupun dari serikat pekerja. Apalagi dalam situasi di Kabupaten Pemalang sedang pilkada. Mari kita bersama mematuhi protokol kesehatan agar tidak timbul klaster baru," tegas Dandim.

Kapolres Pemalang mengemukakan dengan adanya ajakan unjuk rasa kita
saat ini dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih menunjukan tren kenaikan. Angka kematian yang ada di Kabupaten. Pemalang meningkat, setiap hari ada yang meninggal terkait kasus Covid-19.

"Saya selaku Kapolres di dukung oleh pemerintah mari bersama-sama menjaga situasi di Kabupaten Pemalang. Saat ini Kabupaten Pemalang pelaksanaan pilkada sesuai PKPU 13 hanya  pertemuan maupun kampanye terbatas yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan," terang Kapolres.

Pada saat tanggal 6, 7, dan 8 Oktober nanti, masih kata Kapolres tidak ada unjuk rasa maupun tidak ada aksi mogok kerja di wilayah Kabupaten Pemalang. Terkait penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pemalang, mari sama-sama bekerja menekan angka penurunan penyebaran Covid-19 agar tidak ada klater baru di lingkungan buruh.

"Saya menginginkan dan berharap acara silaturahmi ini agar bersama-sama menjaga situasi wilayah Kabupaten Pemalang kondusif," ajak Kapolres.

Sedangkan Bupati Pemalang menyebutkan bahwa informasi-Informasi yang saat ini maupun isu yang berkembang tentang pengesahan terkait dengan Undang Undang Omnibuslaw tentunya pengawal negara ini yaitu TNI Polri dalam situasi konstisional yaitu pandemi Covid-19.

"Ajakan yang sudah didengar harapanya di Pemalang tidak ada yang mengikuti aksi tersebut, maka dari itu kondusifitas yang kita rasakan bersama-sama dan pihak Apindo juga menginginkan kondusifitas agar dalam usahanya lancar tidak ada hambatan," jelas Bupati.

Situasi ini tercipta dari berbagai unsur. Oleh karena itu Bupati mengucapkan terimakasih kepada semua pihak. Menurutnya, satu-satunya kunci sukses dalam usaha adalah kita saling menjaga kondisifitas. Tidak ada kerumunan, saat ini klaster terbaru yaitu klaster keluarga, perkantoran, pesantren sehingga jangan sampai menambah klaster baru yaitu klaster buruh serta kita bersama-sama menjaga dan mematuhi protokol kesehatan.

"Saya mohon dan berharap pada tanggal 6, 7, 8 mari kita jaga bersama-sama di Kabupaten Pemalang agar tidak ada rencana aksi dari buruh.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Pernyataan Sikap dan ditandangani oleh seluruh peserta yang hadir.

(Uripto GD/Sandi/Suherman)
Share this post :

RANAH NEWS

Berita Populer

Statistik

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com