Selamat Datang!

Bos Kundhi: "Pemalang Butuh Pemimpin Edan"

Bos Kundhi saat berbincang santai bersama awak media/foto: istimewa

PEMALANG (ranahpesisir.com)-
Pergolakan tata pemerintahan Kabupaten Pemalang pasca Pilkada dan terpilihnya pasangan AMAN Agung-Mansur kini dalam tahap sinkronisasi.


Khalayak dibuat sedikit bingung oleh elite pemerintahan terutama para relawan dan pendukung, baik jago terpilih maupun yang kalah dalam gelaran pilkada.


Silang pendapat di sana sini, apa dan mengapa menjadi gunjingan di tengah masyarakat Kabupaten Pemalang.


Ada beberapa pendapat di kalangan masyarakat tentang saling merapatnya baik dari pihak yang menang maupun yang kalah. Secara politis hal ini di anggap wajar, namun bagi relawan yang kurang memahami alur politik hal ini membuat kurang pas atau bahkan kecewa.


Dari relawan ingin ada bukti perubahan yang nyata, misal ada eksekusi bagi pejabat atau ASN yang tidak netral bahkan getol mendukung salah satu calon, itu yang di kehendaki.


Berbagai silang pendapat sedang berkecamuk, ada yang beranggapan adanya misi dua periode kedepan sehingga perlu dukungan dari semua pihak.


Lain halnya pendapat Direktur Pusat Kajian Kebijakan Publik (Puskapik), Heru Kundhimiarso. Menurutnya, jadi Bupati Pemalang itu harus berani mengambil sikap,


"Pemalang itu butuh pemimpin yang Edan, Eksekusi, Dinamis, Amanah dan Nasionalis," tegas Bos Kundhi, sapaan akrabnya.


Bos Kundhi menyebutkan bahwa edan bukan berarti gila secara fisik, tapi kebijakannya yang bisa membuat tercengang. Sisi lain tata administrasi tidak di kesampingkan, sehingga kepercayaan publik sangat tinggi.


"Saya kalau jadi Bupati belanja kertas selembarpun rakyat perlu tahu," tandas Bos Kundhi menambahkan.

(Uripto GD)

Share this post :




Berita Populer

Statistik

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com