Selamat Datang!

Jembatan Beji Pemalang Diduga Sering Jadi Ajang Bunuh Diri?

Jembatan Beji Taman Pemalang/foto: Uripto GD

Oleh: Uripto GD


RUMIT rawut renteng dalam rumah tangga yang di jalani pasangan suami istri kadang bisa memicu salah satu diantara keduanya mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya.


Pemicu perselisihan dalam mahligai rumah tangga bisa dari berbagai faktor antara lain, ekonomi, kesalahpahaman serta cemburu, apabila memuncak bisa menjadi fatal hingga ada yang mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.


Berkaitan dengan hal tersebut ada hal yang sangat miris yaitu Jembatan Beji. Jembatan panjang dua sisi di Jalan Perintis Kemerdekaan Beji Taman Kabulaten Pemalang punya segudang misteri.


Jembatan Beji yang panjangnya kurang lebih 70 meter banyak menyimpan misteri sejak dari jaman Belanda.


Menurut salah seorang tokoh masyarakat Kabunan (Purnawirawan Polri) bercerita dengan Sisono (59), seputar Jembatan Beji yang pada zaman dahulu nama jalannya Dendeles.


Diceritakan bahwa Jembatan Beji yang di bangun kala zaman Belanda dalam masa pembangunan sempat ambruk berkali kali. Orang orang Belanda tidak percaya hal yang berbau klenik semacam itu, mereka selalu menggunakan rasio.


Pembangunan pertama ambruk, akhirnya di perkuat lagi pembangunan pada tahap ke dua, tapi apa yang terjadi pembangunan yang kedua pun ambruk lagi.


Akhirnya ada masyarakat yang dapat pesemon atau pesan melalui mimpi yang gamblang dan jelas, bahwa jembatan itu ada penunggunya, yaitu sosok perempuan yang meninggal di lokasi itu dengan cara bunuh diri karena frustrasi di tinggal pergi oleh kekasihnya.


Dalam pesemonnya pembangunan jembatan tersebut meminta tumbal kepala manusia.


Namun pesemon itu entah dilaksanakan atau tidak yang jelas pada zaman itu isu bedhogan (pemenggal kepala anak anak lalu di masukan dalam karung goni) sangat santer sampai jadi momok di masyarakat desa sekitar, seperti Desa Kabunan, Beji, Pedurungan, Taman dan Kedungbanjar.


Momoknya kala itu orang tua kalau anaknya main jauh jauh pasti berpesan "Awas dolane aja adoh adoh ana bedhogan" Itulah pesan orang tua menakut nakuti anak anaknya agar tidak bermain ke tempat yang jauh.


Menarik ke belakang cerita tersebut bahwa jembatan Beji banyak misteri, maka tidak aneh apabila di tempat jembatan itu diduga kerap dijadikan sebagai ajang bunuh diri.


Seperti yang disaksikan penulis pada bulan Juli tahun 2019 dalam satu bulan tersebut ada 2 orang yang mencoba bunuh diri.


Satu orang perempuan umur kurang lebih 24 tahun dan jeda 10 hari kemudian seorang lelaki setengah baya hendak melompat di jembatan sisi utara, namun karena diketahui banyak orang bisa dicegah, akhirnya ada yang lapor ke Polsek Taman, sehingga orang tersebut dapat di bujuk dan sadar untuk mengurungkan niatnya.


Menurut informasi yang didapat, lelaki paruh baya itu dari Tegal.


Sebagai catatan penulis akan mengupas Misteri Jembatan Beji di episode depan.

(Penulis adalah jurnalis senior Pemalang)

Share this post :




Berita Populer

Statistik

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com