Selamat Datang!

Wakil Bupati Tegal Ajak Pelaku Usaha Manfaatkan Era Komunikasi Digital

Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie bersama Moh. Romly Ketua Tim Wirausaha Pemuda Kabupaten Tegal dan Ryan Maynard Founder Jon Kopi Jon Group saat acara Ngpi Kemisan Dolan, Kamis (25/03/21) siang di Kedai Jon Kopi Jon Slawi./foto: istimewa 

SLAWI (ranahpesisir.com)-
Wakil Bupati Tegal Sabililah Ardie mengajak para pelaku usaha memanfaatkan era komunikasi digital internet of things sebagai sarana pemasaran produk, menambah pelanggan dan perluasan jaringan bisnis. Hal ini ia sampaikan saat acara Ngopi Kemisan Dolan yang mengambil tema ekonomi kreatif dan kearifan lokal, di Kedai Jon Kopi Jon, Kamis (25/03/21) siang.

Menurut Ardie, forum ini penting sebagai sarana komunkasi antar sesama pelaku usaha untuk mengurai permasalahan bisnis dan menemukan solusinya bersama. “Kuncinya adalah berjejaring dan ini sangat penting artinya bagi pelaku usaha karena pada prinsipnya, tidak ada satu pun bisnis yang sukses tanpa didukung jaringan yang kuat, termasuk kreatifitas juga bisa muncul sebagai solusi atas permasalahan dan tantangan yang dihadapi serta didiskusikan bersama. Kalo kita sudah engagement tentang ini, maka akan terbuka jalan selanjutnya,” kata Ardie.

Ardie berpendapat, bahan baku utama dalam industri ekonomi kreatif adalah sumber daya manusia (SDM) itu sendiri. Ia mengatakan, SDM di Kabupaten Tegal jumlahnya sangat banyak, terlebih generasi Z dan millenial yang dominasinya mencapai 61,62 persen. Dari kelompok ini kita bisa mulai membuka ruang dan kesempatan untuk mendalami tentang ekonomi kreatif, termasuk yang berbasis pada kearifan lokal. Sehingga peran pemerintah adalah mendukungnya dengan instrumen kebijakan yang selaras dan mampu mewadahi perkembangannya.

“Ada dua fase besar yang menjadikan semuanya tiba-tiba berubah dalam dua dekade, yaitu awal kemunculan internet di awal tahun 2000 dan pandemi Covid-19 di tahun 2020 yang mendisrupsi kehidupan manusia dan menempatkan ruang serta waktu bukan lagi sebagai penghalang,” katanya.

Menurutnya, perubahan revolusioner tersebut harus diikuti dengan kemampuan SDM dalam beradaptasi dan berinovasi meningkatkan daya saingnya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Wirausaha Pemuda Kabupaten Tegal Mohammad Romly menuturkan jika motif dasar ekonomi adalah upaya untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Sedangkan kearifan lokal dalam kehidupan ekonomi bisa menjadi added value atau nilai tambah tersendiri yang jika itu mendapat sentuhan industri kreatif maka akan berkembang lebih pesat, bahkan melebihi ekonomi konvensional lainnya. (AD/*)

Share this post :




Berita Populer

Statistik

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com